Namun, perjalanan menggunakan sampan tidak selalu mulus. Beberapa waktu lalu, sebuah video viral memperlihatkan para siswa harus membantu teman mereka yang mengalami kerusakan mesin perahu. Dengan penuh solidaritas, mereka menarik perahu tersebut hingga ke halaman rumah.
Akibat kejadian itu, siswa yang perahunya rusak tidak dapat pergi ke sekolah. Pihak sekolah pun memberikan dispensasi bagi mereka yang mengalami kendala transportasi.
"Sekolah memberikan kelonggaran bagi siswa yang mengalami kendala. Jika terlambat, mereka hanya diberikan hukuman ringan seperti memungut sampah, bukan dimarahi," ujar Meilida Senja, wali kelas 3 SD Taman Pendidikan Islam, Sei Kepayang.
Menurut Meilida, setidaknya ada 30 siswa yang menggunakan sampan setiap hari untuk bersekolah. Namun, semangat mereka tidak luntur meskipun menghadapi berbagai rintangan.