Paradoks Demokrasi? 92% Kenal Pancasila, Tapi 53% Warga Takut Bicara Politik
JAKARTA Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila se
NASIONAL
KARANGSAEM - Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, kembali menekankan pentingnya penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin mengkhawatirkan di Bali.
Dalam acara sosialisasi yang berlangsung pada Jumat (29/8), Ibu Putri Koster memberikan penjelasan di dua kecamatan di Kabupaten Karangasem, yaitu Kecamatan Abang dan Kecamatan Bebandem.
Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa pengelolaan sampah sejak awal harus dilakukan dengan memilah sampah menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan residu. Sampah organik, kata Ibu Putri, dapat dikelola langsung oleh masing-masing rumah tangga atau sumbernya. Sedangkan sampah anorganik dan residu akan dikelola melalui TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah 3R) dan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang ada di masing-masing desa adat.
"Pola pengelolaan sampah lama, yang mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah ke TPA (open dumping) seperti di Suwung, sudah terbukti gagal. Hal ini hanya menambah masalah baru dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta lingkungan," jelasnya.
Ibu Putri juga mengingatkan bahwa proses pembuangan sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan uap dan cairan beracun yang dikenal dengan nama zat dioksin, yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga masyarakat. Setiap individu diharapkan dapat berperan aktif dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri.
Pemerintah desa, dalam hal ini, memegang peran kunci dalam keberhasilan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), di mana kepala desa, bendesa, dan lurah bertanggung jawab sebagai ujung tombaknya.
Anggota Tim Kerja PSBS Provinsi Bali, Prof. Dr. Ni Luh Kartini, juga memberikan penekanan serupa mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak awal. Sampah yang sudah tercampur menjadi sulit untuk dipilah dan dikelola dengan baik. "Perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan program pengelolaan sampah yang berkelanjutan," ujar Prof. Kartini.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta mendorong perubahan pola pikir untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Bali.*
JAKARTA Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila se
NASIONAL
JAKARTA Polemik pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terus bergulir. Dewan Pe
POLITIK
JAKARTA Polemik terkait isu ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo kembali memanas. Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyampaikan pesan e
POLITIK
JAKARTA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak umat Islam untuk menjaga adab dan kehormatan AlQur&039an menyusul kasus dua wa
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk tetap berpedoman pada aturan dalam
POLITIK
JAKARTA Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsu
INTERNASIONAL
OlehHabiburokhmanPERNYATAAN Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya. Banyak se
OPINI
SINGAPURA Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Asia, Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik
EKONOMI
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz setelah negosiasi den
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam ra
NASIONAL