Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
TAPTENG - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkap salah satu penyebab masih minimnya penyaluran bantuan kepada warga korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng ).
Hal itu berkaitan dengan persoalan pendataan di tingkat pemerintah kabupaten/kota.
Pernyataan itu disampaikan Bobby saat berdialog dengan warga di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Tapteng, Senin (13/4/2026).
Baca Juga:
Dalam dialog tersebut, sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan seperti dana tunggu hunian (DTH ) dan jaminan hidup (jadup ).
"DTH ada terima, jadup ?" tanya Bobby kepada warga.
"Belum ada kami terima bantuan itu, Pak," jawab warga.
Menanggapi hal itu, Bobby menegaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyiapkan anggaran bantuan bagi korban bencana.
Namun, penyalurannya sangat bergantung pada kelengkapan data penerima di daerah.
"Padahal pemerintah sudah menyediakan dananya, tapi harus dilengkapi data. Nah, data ini yang hingga kini tidak semuanya sampai ke kami," kata Bobby.
Ia menambahkan, proses pendataan penerima bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Karena itu, masih terdapat warga yang belum terdata secara lengkap sehingga bantuan belum tersalurkan.
"Seperti yang juga sudah ditegaskan Menteri Dalam Negeri, data korban bencana ini memang menjadi tanggung jawab daerah," ujarnya.
Bobby juga menjelaskan intensitas kunjungannya ke Tapteng sejak bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu.
Menurutnya, pemerintah provinsi terus melakukan pendampingan untuk percepatan penanganan dampak bencana.
"Kami di provinsi terus melakukan pendampingan. Makanya Tapteng menjadi salah satu daerah yang paling sering kami dampingi," kata Bobby.*
(tm/ad)
VIDEO
Tags
berita Terkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.