Rico Waas Minta CSR Perbankan Tak Sekadar Bantuan, Harus Tinggalkan Legacy untuk Medan
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perbankan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), mengarahkan program tanggung
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Harga minyak mentah dunia ditutup melemah pada perdagangan Senin (27/10/2025), tertekan oleh rencana Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) yang berencana menaikkan produksi minyak pada Desember mendatang.
Mengutip Reuters, Selasa (28/10), harga minyak mentah Brent turun 32 sen atau sekitar 0,5 persen menjadi USD 65,62 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 19 sen atau 0,3 persen ke level USD 61,31 per barel.
Kedua kontrak sempat anjlok hampir 1 persen pada awal sesi perdagangan.Pelemahan harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kelebihan pasokan, meski di saat yang sama muncul harapan dari kemajuan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China serta sanksi baru Washington terhadap Rusia.Baca Juga:
"Pasar sedang mengambil jeda setelah reli tajam pekan lalu karena Presiden Trump akan bertemu Presiden Xi untuk membahas kesepakatan dagang yang dapat meredakan ketegangan," ujar Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial.
Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/10/2025), dengan agenda membahas kemungkinan penundaan tarif AS terhadap produk China serta isu pembatasan ekspor rare earth.
Sementara itu, delapan negara anggota OPEC+ dilaporkan mendukung langkah Arab Saudi untuk menaikkan produksi minyak secara moderat demi merebut kembali pangsa pasar global.
Namun, kebijakan tersebut menimbulkan tekanan bagi harga yang sebelumnya sempat menguat.
"Harapan bagi pihak optimistis adalah konsumsi energi di AS terus meningkat. Jika tidak, penurunan harga ini berpotensi berlanjut," ungkap Chris Beauchamp, Kepala Analis Pasar di IG Bank.
Selain minyak, harga komoditas lain turut menunjukkan pergerakan beragam. Berdasarkan laman Barchart, harga Crude Palm Oil (CPO) untuk kontrak Desember naik tipis 0,11 persen ke level MYR 4.359 per ton.
Harga batu bara berjangka Newcastle juga menguat 0,70 persen menjadi USD 108,50 per ton untuk kontrak November, ditopang permintaan energi yang masih tinggi di Asia.
Sebaliknya, harga nikel turun 0,01 persen ke level USD 15.361 per ton, sementara timah justru mengalami kenaikan 0,47 persen ke posisi USD 35.970 per ton di London Metal Exchange (LME).
Pergerakan beragam ini menandakan pasar komoditas global masih diliputi ketidakpastian, seiring tekanan geopolitik, kebijakan produksi OPEC, serta ekspektasi terhadap pemulihan ekonomi global jelang akhir 2025.*
(kp/M/006)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perbankan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), mengarahkan program tanggung
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus mendorong Car Free Night (CFN) di kawasan Kesawan sebagai ruang aktivasi wisata sekaligus penggerak ek
PEMERINTAHAN
MEDAN Earbuds nirkabel atau True Wireless Stereo (TWS) umumnya menggunakan eartip berbahan silikon yang masuk ke dalam lubang telinga. N
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pemerintah Malaysia akan menggunakan jalur diplomatik untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas yang semakin memburuk, t
INTERNASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang meminta Malaysia dan Singapura ikut berkontribusi dalam upaya pencegahan kebakaran huta
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghormati sikap Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) yang menol
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan membuka peluang pengembangan perkara dugaan korupsi pe
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera menyalurkan bantuan bagi masyarakat ya
PEMERINTAHAN
Oleh Yakub F. IsmailMENGHADAPI situasi tuntutan kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat, pemerintah kini harus cerdas dalam menj
OPINI
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu negara tetangga kembali melayangkan nota keberatan akibat
PERISTIWA