BREAKING NEWS
Kamis, 26 Februari 2026

Lebih dari 30 Tahun di Pers, Dar Edi Yoga Tetap Setia pada Hati Nurani

gusWedha - Rabu, 25 Februari 2026 21:59 WIB
Lebih dari 30 Tahun di Pers, Dar Edi Yoga Tetap Setia pada Hati Nurani
Dar Edi Yoga, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menapaki dunia pers lebih dari tiga dekade, Dar Edi Yoga memaknai profesinya bukan sekadar pekerjaan, melainkan ruang kontemplasi. "Menulis bagi saya bukan sekadar profesi, tapi cara berdialog dengan kehidupan," ujarnya, Rabu (24/2).

Kiprah Dar Edi dalam jurnalistik terbilang panjang. Ia kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, anggota Pokja Pendataan Dewan Pers, serta Wakil Sekretaris Jenderal Confederation of ASEAN Journalists (CAJ).

Di internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), ia pernah menjadi Wakil Bendahara Umum PWI Pusat dan kini menjabat Bendahara PWI Jaya periode 2023–2028.

Baca Juga:

Selain itu, Dar Edi memimpin Askara.co sebagai Pemimpin Redaksi dan terpilih sebagai Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia periode 2024–2029.

Penghargaan Pers Card Number One yang diterimanya pada Hari Pers Nasional 2022 ia maknai sebagai tanggung jawab moral, bukan sekadar prestise.

Kiprah Dar Edi juga menjangkau forum internasional. Empat kali menghadiri World Press Freedom Day di Seoul, Korea Selatan, ia membawa perspektif jurnalisme Indonesia ke panggung global. Menurutnya, esensi jurnalisme tetap bertumpu pada integritas pribadi.

"Yang terpenting adalah tetap jujur pada hati, bahkan ketika tidak ada yang melihat," katanya.

Di luar dunia pers, Dar Edi dikenal aktif dalam spiritualitas. Ia merupakan Master Sahaja Yoga sekaligus praktisi hipnoterapi, pernah melatih tenaga dalam Rasa Jati, dan membimbing personel Detasemen Deteksi Paspampres serta Kolinlamil. Baginya, spiritualitas hadir dalam setiap tindakan sehari-hari.

Kecintaannya terhadap alam tumbuh sejak sekolah. Ia mendirikan Elpala SMA 68 Jakarta dan aktif di Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) sejak 1985.

Ia juga menjadi manajer pendakian empat puncak tertinggi dunia bagi pendaki tunadaksa asal Solo, Sabar Gorky. "Gunung mengajarkan kita rendah hati. Hidup adalah tentang ketekunan," ujarnya.

Dalam bidang sosial dan budaya, Dar Edi menggagas Beranda Ruang Diskusi, terlibat dalam Vox Point Indonesia, FORMAS, PERWATUSI, dan menjabat Sekretaris Yayasan Gardu 08 Indonesia.

Pada 4 Desember 2025, ia menginisiasi pagelaran sendratari di Gunung Padang untuk merawat warisan budaya bangsa.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Solidaritas dan Kepedulian, PWI Pusat Rayakan Ramadan dengan Santunan Yatim
BiiFest 2026 Resmi Dibuka, ICMI Bogor Dorong Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Karang Taruna Sukoharjo dan PWI Gelar Donor Darah Gratis Jelang Ramadan 2026
HPN 2026 Banten Berakhir Sukses! PWI Apresiasi Dukungan Pers, Pemerintah, dan Dunia Usaha
HPN 2026, PWI dan Dewan Pers Desak Perlindungan Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Digital
Jelang Puncak HPN 2026, Sembilan Gadis Lampung Utara Akan Buka Dialog Kebudayaan dengan Tari Bedayo Abung Siwo Migo Bersama Menbud Fadli Zon
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru