BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

Dedi Mulyadi Menangis Lihat Hutan Puncak Rusak untuk Ekowisata

Adelia Syafitri - Jumat, 07 Maret 2025 17:09 WIB
Dedi Mulyadi Menangis Lihat Hutan Puncak Rusak untuk Ekowisata
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menangis melihat hutan Puncak habis digunduli untuk kebutuhan ekowisata.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAWA BARAT -Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rasa kesedihan dan kemarahan yang mendalam setelah melihat kerusakan hutan di kawasan Puncak, Bogor, yang dilakukan untuk pembangunan ekowisata.

Dalam sebuah pernyataan yang emosional, Dedi mengungkapkan bahwa ia merasa martabatnya direndahkan sebagai orang Sunda ketika melihat hutan di gunung dirusak demi kepentingan komersial.

"Saya ini termasuk orang yang begitu menghormati gunung. Ketika orang seenaknya demi kepentingan komersial membelah hutannya hanya untuk kesenangan-kesenangan dan duit, saya nangis. Kenapa? Bagi saya sebagai orang Sunda, saya merasa martabat saya direndahkan," ujar Dedi Mulyadi dengan suara bergetar pada Jumat (7/3/2025) di Bekasi.

Dedi, yang sangat menghormati alam, menyatakan bahwa gunung memiliki makna sakral bagi kehidupan.

Bagi dirinya, gunung adalah sumber kehidupan karena dari gununglah mata air, danau, serta sawah-sawah yang menopang kehidupan manusia berasal.

"Gunung itu sesuatu yang dihormati, karena dia adalah sumber dari kehidupan. Dari gunung itu lahirlah air, dari mata air lahirlah kehidupan, ada danau, ada sawah. Kemudian itu lahir jadi kehidupan manusia," lanjut Dedi dengan penuh kesedihan.

Perasaan terkejut dan sedih Dedi semakin dalam saat ia melihat kerusakan hutan di Gunung Gede Pangrango, yang menjadi salah satu kawasan wisata di Puncak, terutama akibat pembangunan ekowisata seperti jembatan gantung Eiger Adventure Land.

Menurutnya, pembangunan ini melanggar aturan lingkungan dan menyebabkan kerusakan parah, bahkan hingga menyebabkan longsor.

"Lah, itu sudah ada bangunan ya (jembatan gantung), itu yang paling melanggar. Lihat itu terbelah sampai longsor," ujar Dedi sambil menunjuk ke arah tempat wisata yang kini telah disegel karena melanggar regulasi lingkungan.

Sebagai informasi, Eiger Adventure Land merupakan salah satu dari empat tempat wisata yang disegel karena melanggar aturan lingkungan yang berlaku di kawasan tersebut.

Dedi berharap kerusakan ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai alam dan menjaga kelestariannya demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.

(km/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru