CIBUNGBULANG – Seorang ibu asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sukarsih (45), mengalami kejutan besar setelah mendapati bahwa anaknya, TPA (14), yang selama ini diyakini sebagai perempuan, ternyata memiliki kelamin ganda. Perubahan tersebut baru disadari Sukarsih pada Oktober 2024 saat ia mandi bersama anaknya.
TPA, yang sejak lahir telah tumbuh sebagai anak perempuan, mengeluhkan ketidaknyamanan karena belum mengalami menstruasi, meskipun teman-temannya sudah. “Dia bilang ingin dicek karena belum haid. Tapi saya bilang, ‘Nanti saja pas umur 15 tahun’,” kata Sukarsih saat ditemui di rumahnya pada Kamis (12/12/2024).Namun, kejadian yang mengubah segalanya terjadi saat Sukarsih mendapati bahwa alat kelamin anaknya yang sebelumnya perempuan kini berubah menjadi laki-laki. “Ketika mandi bareng, saya lihat kok alat vitalnya yang perempuan berubah jadi laki-laki. Saya syok, sampai panggil tetangga untuk memastikan, tapi mereka juga tidak percaya,” ujar Sukarsih dengan nada bingung.Setelah peristiwa tersebut, Sukarsih segera membawa TPA ke puskesmas setempat dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit besar di Bogor. Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa TPA mengalami kondisi kelamin ganda atau dikenal dengan istilah interseks. Pihak medis menyarankan agar TPA menjalani operasi untuk menormalkan kondisi tersebut, namun keterbatasan biaya membuat keluarga belum dapat melaksanakan prosedur tersebut.
Kondisi ini ternyata bukanlah hal baru bagi keluarga. Sukarsih mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, TPA lebih sering menunjukkan perilaku yang identik dengan anak laki-laki. “Dia gemar bermain bola, lebih nyaman bergaul dengan teman-teman laki-laki, dan merasa canggung jika harus berinteraksi dengan perempuan,” kata Sukarsih.Kini, TPA merasa kebingungan dengan identitas dirinya setelah mengetahui perubahan besar pada tubuhnya. Keluarga pun mempersiapkan diri untuk perubahan besar lainnya, termasuk memikirkan pemberian nama baru untuk TPA yang kini dianggap lebih cocok dengan identitas laki-laki.Terkait dengan kondisi ini, Sukarsih berharap ada dukungan lebih dari pemerintah atau pihak terkait untuk membantu TPA menjalani operasi dan mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Dengan kondisi keuangan yang terbatas, keluarga ini sangat berharap bisa mendapatkan bantuan agar anaknya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dan sehat.
(JOHANSIRAIT)
Remaja di Bogor Alami Perubahan Jenis Kelamin, Keluarga Siapkan Nama Baru