BANDAR LAMPUNG – Ngatijo (57), pemilik Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, menegaskan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) terhadap para pekerja dapur MBG.
Hal ini disampaikan Ngatijo saat memberikan klarifikasi kepada media di kediamannya, Jumat (14/11/2025).
Menurut Ngatijo, biaya sebesar Rp400.000 yang sebelumnya dibayarkan oleh 46 pekerja digunakan untuk membeli seragam tiga lembar senilai Rp250.000, biaya makan dan snack bimtek Rp100.000, serta biaya sertifikat penjamah Rp50.000.
"Karena merasa iba dengan keadaan mereka, saya gratiskan semuanya dan uang yang dibayar di muka dikembalikan utuh," terang Ngatijo.
Salah satu pekerja MBG, Ayu Lestari (25), membenarkan pernyataan tersebut.
"Kami dari awal sudah bermusyawarah untuk membeli seragam dan biaya bimtek, tapi karena saya tidak ada uang, semuanya digratiskan oleh Pak Ngatijo," ujarnya.
Ngatijo juga menekankan, seragam dan biaya bimtek awalnya dibeli secara swadaya karena anggaran pemerintah tidak tersedia dan dapur MBG saat itu masih dalam tahap pembangunan.
"Harapan saya, jangan menyebarkan berita sepihak sebelum konfirmasi langsung kepada saya agar tidak merusak citra Program Makan Bergizi Gratis yang digaungkan Presiden Prabowo demi meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi penerus anak-anak bangsa," pungkas Ngatijo.
Program MBG sendiri bertujuan memberikan akses makanan bergizi bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kesehatan anak-anak di Bandar Lampung.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Pemilik Dapur MBG Kemiling Bantah Isu Pungli: Semua Uang SPPG Dikembalikan