Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto, menyampaikan letusan pertama pada Sabtu pukul 00.51 WIB menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak.
Meskipun jumlah letusan tinggi, hingga saat ini BPBD Lumajang belum menerima laporan dampak signifikan terhadap permukiman warga.
"Laporan dampak sementara nihil, tetapi jika terjadi hujan deras, risiko banjir lahar cukup tinggi karena material letusan yang menumpuk di lereng gunung," ujar Isnugroho.
Status aktivitas Gunung Semeru saat ini berada di level III atau Siaga. Isnugroho mengimbau warga tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sepanjang tepi sungai sejauh 500 meter dari aliran sungai yang berhulu di puncak untuk menghindari risiko awan panas guguran (APG), lava, dan aliran lahar.
"Waspada terhadap potensi banjir lahar, guguran lava, dan awan panas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama saat hujan deras," imbuhnya. Masyarakat diminta selalu memantau informasi dari BPBD dan Pos Pengamatan Gunung Api setempat.*
(k/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Gunung Semeru Erupsi 79 Kali, Warga Diminta Waspada Banjir Lahar