Ahmad Doli juga menegaskan bahwa Golkar kini tengah bertransformasi dengan semangat regenerasi dan pembaruan di tubuh partai.
Oleh karena itu, setiap kader yang ingin berkontribusi kembali akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan partai saat ini.
"Era kepemimpinan sekarang sudah berubah. Banyak kader muda yang turut aktif. Jadi, dinamika internal partai tentu akan menjadi pertimbangan dalam setiap penempatan kader," pungkasnya.
Setya Novanto sebelumnya terjerat kasus korupsi proyek KTP elektronik dan divonis 15 tahun penjara.
Baru-baru ini, ia dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani sebagian besar masa hukumannya di Lapas Sukamiskin, Bandung.*