Kemenhaj Diingatkan Soal UU Haji di Tengah Ramainya Wacana War Tiket
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk tetap berpedoman pada aturan dalam
POLITIK
BITVONLINE.COM – Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, masyarakat Batak Toba tetap teguh memegang nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur mereka.
Salah satu nilai utama yang hingga kini masih dijunjung tinggi adalah Dalihan Na Tolu, sebuah konsep sosial yang menjadi pilar utama dalam menjaga keharmonisan, keseimbangan, dan struktur relasi antar individu dalam komunitas Batak Toba.
Dalihan Na Tolu, yang secara harfiah berarti "tiga tungku" atau "tiga tiang penyangga", menggambarkan struktur sosial tradisional masyarakat Batak Toba yang terdiri dari tiga unsur:
- Somba Marhulahula (menghormati keluarga pihak pemberi istri),
- Elek Marboru (mengayomi pihak penerima anak perempuan), dan
- Manat Mardongan Tubu (berhati-hati terhadap sesama semarga).
Ketiga elemen ini bukan sekadar relasi kekerabatan, melainkan sistem nilai yang menjadi dasar etika sosial, pengambilan keputusan adat, hingga penyelesaian konflik.
Setiap individu dalam masyarakat Batak Toba diajarkan untuk menjalani perannya secara seimbang demi terciptanya harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalihan Na Tolu bukan hanya soal hubungan kekerabatan. Ini cara hidup, cara menjaga kehormatan, saling menghargai, dan merawat hubungan sosial.
Prinsip ini telah terbukti menjadi fondasi kuat dalam menjaga keutuhan komunitas Batak Toba, terutama dalam menghadapi tantangan modern yang semakin kompleks.
Dalihan Na Tolu juga berfungsi sebagai pedoman dalam berbagai upacara adat seperti pernikahan, pemakaman, hingga ritual keagamaan, yang semuanya melibatkan peran aktif dari ketiga elemen sosial tersebut.
Meski zaman telah berubah, semangat menjaga warisan budaya tetap hidup.
Generasi muda Batak Toba kini diajak lebih aktif mempelajari dan menerapkan prinsip Dalihan Na Tolu melalui pendidikan formal dan informal, baik di komunitas lokal maupun diaspora Batak di luar daerah.
Dengan tetap menjadikan Dalihan Na Tolu sebagai pedoman hidup, budaya Batak Toba akan terus lestari dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Nilai-nilai lokal seperti Dalihan Na Tolu menjadi bukti bahwa kearifan tradisional dapat hidup berdampingan dengan kemajuan, menjadi inspirasi bagi masyarakat lain dalam menjaga warisan budaya masing-masing.
Masyarakat Batak Toba pun terus membuktikan bahwa budaya adalah kekuatan, bukan hambatan, dalam membangun masa depan.*
(rr/a008)
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk tetap berpedoman pada aturan dalam
POLITIK
JAKARTA Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsu
INTERNASIONAL
OlehHabiburokhmanPERNYATAAN Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya. Banyak se
OPINI
SINGAPURA Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Asia, Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik
EKONOMI
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz setelah negosiasi den
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam ra
NASIONAL
MEDAN Kebakaran hebat melanda sebuah gudang angkutan ekspedisi di Jalan Jati, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (13/4/2026) si
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Staf Ahli TPPKK Aceh, Mukarramah Fadhlullah, mengajak kader PKK untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah seba
PEMERINTAHAN
KABAR IMIPAS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menegaskan komitmen penguatan pengawasan terhadap potensi peredaran n
NASIONAL
MANDAILING NATAL Maraknya peredaran narkotika di wilayah Mandailing Natal dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
HUKUM DAN KRIMINAL