BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Festival Solu Bakkara Angkat Budaya Pesisir dan Kepedulian Lingkungan Danau Toba

Adelia Syafitri - Minggu, 04 Januari 2026 12:51 WIB
Festival Solu Bakkara Angkat Budaya Pesisir dan Kepedulian Lingkungan Danau Toba
Festival Solu Bakkara digelar di Pelabuhan Baktiraja, Desa Marbun Toruan, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada 30–31 Desember 2025. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Festival Solu Bakkara digelar di Pelabuhan Baktiraja, Desa Marbun Toruan, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada 30–31 Desember 2025.

Kegiatan ini tidak hanya menampilkan atraksi budaya, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan Danau Toba.

Di kawasan Baktiraja dan Bakkara, solu—perahu tradisional—bukan sekadar artefak budaya, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir.

Baca Juga:

Solu digunakan sebagai alat kerja, simbol kebersamaan, sekaligus identitas komunitas.

Direktur Eksekutif Hariara Institute, Barita Lumbanbatu, mengatakan Festival Solu dirancang agar masyarakat terlibat aktif, bukan sekadar menjadi penonton.

"Festival ini adalah cara merawat dua hal sekaligus, warisan budaya dan ekosistem Danau Toba," ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Rangkaian kegiatan festival meliputi diskusi publik, latihan dan atraksi solu, pertunjukan seni budaya, serta aksi lingkungan.

Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah penebaran 2.000 bibit ikan air tawar di Danau Toba.

Dalam diskusi, nelayan menyuarakan kekhawatiran terhadap menurunnya hasil tangkapan ikan.

Simanullang, nelayan Desa Sinambela, meminta perhatian serius terhadap kesejahteraan nelayan dan kondisi ekosistem danau.

Isu perubahan kualitas air dan sampah plastik di pesisir turut menjadi perhatian.

Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Yunita Rebecca Marbun, menegaskan bahwa festival ini harus dipahami sebagai gerakan bersama.

"Bukan sekadar festival, tapi gerakan," katanya.

Selain diskusi, festival juga menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dan komunitas seni lokal melalui musik, tari, puisi, dan monolog.

Atraksi solu yang ditampilkan Tim Akademi Solu memperlihatkan potensi olahraga tradisional ini sebagai daya tarik wisata dan pembinaan generasi muda.

Festival Solu Bakkara diharapkan menjadi contoh bagaimana promosi pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga budaya dan lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar Danau Toba.*

(tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PT Bakara Energi Lestari Peduli Pendidikan di Baktiraja Humbahas
Pers Lintas Desa (PLD) Meminta Atensi Presiden dan Kapolri Usut Tuntas Kebakaran Rumah Wartawan di Karo
PT Inalum Serahkan Bantuan Pendidikan Pasca Banjir dan Longsor di Simangulampe Baktiraja
Masyarakat Minta Kapus Labuhan Ruku Di Pecat!!
Orang Tua Korban Trafficking di Sumut Minta APH Ungkap Jaringan Tppo
Kemensos Serahkan Santunan Ahli Waris 12 Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor Simangulampe
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru