BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Ternyata Masih Ada Warga yang Tinggal di Rumah yang Nyaris Roboh dan Kebanjiran

BITVonline.com - Jumat, 23 September 2022 16:56 WIB
Ternyata Masih Ada Warga yang Tinggal di Rumah yang Nyaris Roboh dan Kebanjiran
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Serdang Bedagai, Syahril Akmal atau yang karib disapa Boy, warga Jalan Belidaan, Desa Simpang Ampat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai ini punya kisah pilu.

Sudah lima tahun belakangan ini, Boy tinggal di rumah yang nyaris roboh dan selalu kebanjiran.

Saat ditemui, Boy yang sehari-hari bekerja serabutan ini mengatakan rumah yang dalam kondisi nyaris roboh itu sempat akan dibongkar. Tapi karena terkendala surat tanah, rencana perbaikan akhirnya ditunda.

Baca Juga:

“Karena surat tanah sama adik ku, dia yang pegang, jadi kemarin tidak jadi diperbaiki. Itu dari desa (rencana bantuannya), kalau dari kabupaten belum ada tawaran bantuan,” kata Boy, memulai cerita, Jumat (23/9/2022).

Dari amatan awak media, rumah yang dihuni Boy dan istrinya Sriyani ini kondisinya sudah miring. Tiang tiang penyangga terlihat lapuk.

Baca Juga:

Begitu juga dengan dinding yang terbuat dari papan dan pelepah nipah telah ringsek dan usang dimakan waktu.

Sementara dari dalam rumah menyembul sinar matahari karena seng rumah yang sudah bolong dan tak utuh lagi. Lantai rumah pun langsung tanah, yang hanya dilapisi papan saja.

“Kalau atap bolong dan rumah mau ambruk gini sudah ada lah lima tahun kondisinya begini. Ya makin hari makin parah,” kata Boy. Dahulunya, rumah itu adalah milik orang tuanya. Sejak tahun 1950, Boy dan orang tuanya yang bekerja sebagai guru tinggal di sana.

Sejak menikah dan dikaruniai empat anak, dia menggantikan orangtuanya yang telah tiada. Boy sendiri setiap hari bekerja serabutan. Masalah ekonomi membuatnya harus rela hidup serba apa adanya.

“Kalau kerja ya serabutan, ada bangunan, ya kerja itu, kalau menggali, ya mengali, yang penting kerja. Mau beneri rumah uang tidak ada, pas pasan buat hidup,” ujar Boy. Dikala hujan datang, Boy dan keluarga pun resah.

Atap yang bolong membuat air tertumpah ke seisi rumah. Dia pun hanya bisa berteduh di ruang depan. Itu kalau hujan cepat reda, jika tidak, maka tak jarang rumah turut kebanjiran. Apalagi jika hujan disertai angin kencang, maka dia dan keluarga buru buru ke luar rumah.

“Kalau hujan ya pasti bocor, palingĀ  kami pindah ke depan duduk, tapi kalau malam ini hujan kita was was jadi harus bangun pindah. Apalagi kalau ada angin kencang ya kita ke luar rumah takut ambruk nanti bisa ketimpa,” tuturnya.

Boy pun berharap agar pemerintah setempat dapat memperhatikan keberadaan meraka dan membantu perbaikan rumahnya.

“Kalau harapannya bisa ada dapat bantuan dari pemerintah. Minimal atap bisa diperbaiki agar kalain hujan tidak was was lagi dan bisa tidur tenang,” tutupnya. (Lbs)

0 komentar
beritaTerkait
Harga Emas Antam di Pegadaian Kembali Naik, Sentuh Rp2,04 Juta per Gram
Massa Masih Bertahan di Sekitar Mako Brimob Kwitang, Situasi Masih Memanas
MUI dan Jusuf Kalla Imbau Pengunjuk Rasa Jaga Kondusivitas: "Tahan Diri, Hindari Anarki"
Pesta Rakyat CHANDI 2025 Dibuka Meriah di Bali, Suguhkan Kesenian Tradisional dan Kontemporer
Presiden Prabowo Takziah ke Rumah Duka Affan Kurniawan, Janji Bantuan Hingga Rumah untuk Keluarga
Mengenal Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Paling Istimewa bagi Umat Islam
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru