JABAR -Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di Cirebon, kehangatan kebersamaan tidak pernah terlihat begitu jelas seperti hari Selasa sore yang cerah ini. Desa Kepongpongan, Blok Simaja, Kecamatan Talun, menjadi saksi ketika Pegi Setiawan, setelah perjalanan panjangnya, akhirnya tiba di kampung halamannya. Ribuan warga, sebagian besar dari mereka mungkin tak bisa dihitung dengan pasti, telah bersiap sejak pagi menunggu kedatangan Pegi.
Ketika mobil yang membawa Pegi memasuki desa, riuh rendah serta lantunan selawat dan rebana segera mengalun memenuhi udara. Teriakan takbir menggelegar di antara lautan manusia yang memenuhi sepanjang jalan. Begitu Pegi turun dari mobil, suasana semakin meriah. Warga segera mengelilinginya dengan hangat, menyampaikan ucapan terima kasih dan doa restu yang tulus.
“Teman-teman, terima kasih atas doa dan dukungan kalian selama ini. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua,” ujar Pegi dengan suara haru. Ia terlihat bahagia di tengah-tengah keluarga dan tetangga yang menyambut dengan penuh kehangatan.
Di depan rumahnya yang sudah disiapkan dengan tenda, Pegi dan keluarganya dikelilingi oleh warga yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan. Ada senyum bahagia di wajah Pegi, dan sorot mata yang penuh rasa syukur.
Namun, di tengah keceriaan itu, satu insiden kecil mencuri perhatian. Seorang wartawan dari B Universe, Chandra Sule, kecopetan dalam kerumunan. Ponsel yang digunakan untuk melaporkan kejadian ini hilang, meninggalkan Chandra dalam kekecewaan. Meskipun demikian, semangat untuk memberikan liputan tetap tak tergoyahkan.
Kisah kehangatan dan kebersamaan di Desa Kepongpongan hari ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan dukungan dari komunitas bisa menjadi penguat tersendiri bagi seseorang seperti Pegi Setiawan, yang kembali ke kampung halaman dengan penuh haru dan rasa syukur.
(N/014)
Tiba di Cirebon Pegi Disambut Warga Sekampung: Ada Selawat, Rebana, hingga Copet?