300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
BITVONLINE.COM -Indonesia mengintensifkan kewaspadaan terhadap risiko penularan flu burung (Avian Influenza) pada manusia setelah laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kasus infeksi baru-baru ini. WHO mencatat kasus infeksi Avian Influenza Tipe A (H9N2) pada seorang anak di Benggala Barat, India, yang memiliki riwayat kontak dengan unggas. Meskipun anak tersebut telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit, kekhawatiran tetap ada atas potensi penularan virus ini.
Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau strain flu burung yang berpotensi menular pada manusia. Indonesia khususnya memonitor strain Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) seperti H5 melalui laboratorium kesehatan masyarakat tier 4, serta Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) seperti H7, H9, dan lainnya di laboratorium rujukan nasional.
Langkah-langkah konkret telah diambil untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya adalah meningkatkan surveilans terhadap influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory illnesses (SARI) di tempat-tempat yang berisiko tinggi, seperti kontak langsung dengan unggas sakit atau mati mendadak serta lingkungan terkontaminasi. Ini dilakukan untuk mendeteksi dini kemungkinan kasus flu burung pada manusia.
Pemerintah juga memperkuat pengawasan di pintu masuk negara terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara yang melaporkan adanya kasus infeksi flu burung. Pengawasan ketat dilakukan di pelabuhan, bandara, dan pos lintas darat untuk mendeteksi dini gejala ILI dan mengambil spesimen swab sesuai prosedur yang berlaku.
Selain itu, intensifikasi surveilans ILI dilakukan di 14 site sentinel di Unit Pelaksana Teknis Bidang Kekarantinaan Kesehatan, serta koordinasi erat dengan dinas kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, dan rumah sakit rujukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat jika terjadi kasus yang dicurigai.
Komitmen pemerintah juga terlihat dalam melakukan sosialisasi dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan respons terkoordinasi dan efektif terhadap potensi ancaman flu burung.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat tetap waspada dan siap menghadapi tantangan kesehatan global yang berkaitan dengan flu burung, meminimalisir risiko penularan pada manusia, dan melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
(N/014)
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL