BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Massa GMNI Kritik Kinerja Wali Kota Medan Dengan Serahkan Sepasang Bebek ke Bobby Nasution?

BITVonline.com - Kamis, 22 Agustus 2024 07:31 WIB
Massa GMNI Kritik Kinerja Wali Kota Medan Dengan Serahkan Sepasang Bebek ke Bobby Nasution?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN –Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Medan. Aksi ini tidak hanya menampilkan bakar ban sebagai bentuk protes, tetapi juga membawa sepasang bebek yang dijadikan simbol kritik terhadap kinerja Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Dalam aksi tersebut, massa GMNI memperlihatkan dua bebek yang dikarduskan dan diletakkan di halaman kantor Wali Kota Medan. Bebek-bebek tersebut menjadi fokus perhatian sebagai bagian dari pesan simbolik yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa.

Alex, seorang kader GMNI, menjelaskan makna di balik kehadiran bebek dalam aksi ini. Menurutnya, filosofi bebek digunakan untuk menggambarkan kinerja Wali Kota Medan. Alex menyebutkan bahwa bebek, yang dikenal dengan suara berisiknya, dianggap mewakili kebiasaan Wali Kota yang sering berbicara tanpa tindakan nyata.

“Bebek ini akan kami serahkan ke Bapak Bobby Nasution karena bebek itu sama seperti Wali Kota Medan—suka berbicara saja tanpa menunjukkan kinerja yang nyata. Bebek itu berjalan lambat, sama seperti proyek-proyek yang dikerjakan oleh Bapak yang tidak ada kejelasannya,” ungkap Alex dengan tegas.

Aksi ini dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan terhadap kinerja Wali Kota Medan dan berbagai proyek yang dianggap tidak berkembang dengan baik. Massa aksi menyatakan bahwa banyak janji dan pernyataan yang dilontarkan oleh Wali Kota Medan tidak diikuti dengan hasil yang memadai.

Karena tidak ada perwakilan dari Pemko Medan yang menemui para pendemo, massa aksi merasa frustrasi dan memutuskan untuk menggoyang-goyangkan pintu gerbang Kantor Pemko Medan sebagai bentuk penekanan. Dalam suasana tersebut, mereka menyanyikan lagu buruh tani, menambah intensitas aksi yang berlangsung.

Sebagai tambahan, dua bebek yang dibawa dalam aksi tersebut masih diletakkan di halaman pintu luar Pemko Medan hingga berita ini diturunkan. Aksi unjuk rasa ini menandai satu bentuk kreativitas dalam menyampaikan kritik sosial, yang menjadi ciri khas bagi berbagai aksi mahasiswa di seluruh Indonesia.

Pihak kepolisian dan aparat keamanan tampak hadir untuk memastikan keamanan selama aksi berlangsung. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan tentang insiden atau bentrokan selama demonstrasi.

Aksi ini mencerminkan kepedulian dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawasi dan menuntut akuntabilitas dari pemerintah daerah. Melalui simbol-simbol kreatif seperti bebek, para mahasiswa GMNI berusaha menyampaikan pesan mereka dengan cara yang menarik perhatian publik dan media.

Dengan berlangsungnya aksi ini, diharapkan ada perhatian lebih dari pihak pemerintah dan pemangku kebijakan terhadap aspirasi dan kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Demonstrasi ini merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat, di mana suara rakyat, terutama dari kalangan muda, memiliki peran penting dalam proses pengawasan dan perbaikan kinerja pemerintah.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru