Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
PADANGSIDIMPUAN -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai Rp 231 juta dari rumah Direktur PT Dalihan Natolu Grup (DNG), Akhirun Piliang, saat melakukan penggeledahan di Jalan Melati, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Penyitaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani lembaga antirasuah itu.
"Uang tunai Rp 231 juta diamankan, sisa dari uang Rp 2 miliar, di rumah Kirun saat dilakukan penggeledahan," ungkap Direktur Penyelidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (29/6/2025).
Penggeledahan berlangsung intensif dan melibatkan berbagai pihak. Namun, muncul perhatian publik ketika sekelompok ibu-ibu terlihat ikut dalam proses penggeledahan di sekitar kantor PT DNG. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kepling Lingkungan 3, Dambon Siregar, menjelaskan bahwa ibu-ibu yang terlihat saat proses penggeledahan merupakan kerabat dekat dari Akhirun Piliang.
"Semua ibu-ibu yang ikut dipanggil keluarga dekat dari Pak Kirun Piliang," ujar Dambon kepada media.
Diketahui, PT Dalihan Natolu Grup (DNG) adalah salah satu entitas usaha yang kini sedang dalam sorotan atas dugaan keterlibatan dalam kasus tindak pidana korupsi yang menyeret sejumlah pihak.
KPK belum merinci lebih lanjut status hukum dari Akhirun Piliang, namun penyitaan ini disebut sebagai bagian dari pendalaman bukti dan pelacakan aliran dana.
Sementara itu, warga sekitar lokasi penggeledahan menyebut bahwa rumah yang disita tersebut kerap terlihat ramai sejak beberapa bulan terakhir. Pihak KPK hingga kini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengusut tuntas kasus yang sedang berjalan.*
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK