
Prabowo Tegaskan: Merusak Fasilitas Umum Sama dengan Menghamburkan Uang Rakyat!
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis yang dapat mer
NasionalPADANGSIDIMPUAN - Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan kembali menunda sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa kasus judi Togel, Gunawan Simanungkalit. Sidang yang sudah bergulir selama 10 bulan itu kini dijadwalkan ulang pada Senin, 1 September 2025.
Sidang terakhir digelar pada Jumat, 29 Agustus 2025, dan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Sri Mulyati. Namun, karena alasan yang belum dijelaskan secara rinci, majelis memutuskan untuk menunda pembacaan putusan.
Penundaan ini sontak memunculkan rasa kecewa dan emosional dari pihak keluarga terdakwa yang hadir di ruang sidang. Harapan untuk memperoleh kejelasan hukum kembali tertunda.
"Saya berharap hakim dapat melihat kebenaran dan memberikan putusan bebas. Saya tidak bersalah atas tuduhan yang ditujukan kepada saya," ujar Gunawan Simanungkalit kepada media usai persidangan.
Penasihat hukum Gunawan, Amin M. Ghamal Siregar dari Law Office GAS & Partner, menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam proses persidangan perkara nomor 135/Pid.B/2025/PN Psp tersebut.
Menurutnya, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Gunawan terlibat dalam praktik perjudian. Ia juga menyoroti kesaksian dari saksi JPU Subandi, yang menyebut bahwa barang bukti utama bukan milik terdakwa, melainkan milik seseorang bernama Hendra Gunawan Hasibuan.
"Tulisan tangan pada kertas tersebut juga bukan milik Gunawan, melainkan Hendra. Ini fakta penting yang diakui oleh saksi JPU sendiri," tegas Ghamal.
Lebih lanjut, Ghamal menyebut bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum Sulaiman Harahap tidak akurat, karena menyebutkan adanya barang bukti berupa handphone, namun barang tersebut tidak pernah disita atau dihadirkan di persidangan.
"Kami pastikan, dakwaan terkait handphone itu tidak benar. Kami akan melaporkan jaksa ini ke Dewan Jaksa karena telah memberikan informasi palsu dalam dakwaan," tambahnya.
Ghamal yang didampingi rekan-rekan tim hukumnya—Dipo Alamsyah, Alwi Ginting, Muktar, dan Awaludidin Harahap—berharap agar majelis hakim objektif dan memberikan putusan seadil-adilnya berdasarkan fakta di persidangan.
Dengan penundaan sidang hingga 1 September, semua pihak menantikan keputusan majelis hakim dalam perkara yang menyita perhatian ini. Pihak keluarga, penasihat hukum, dan terdakwa berharap keadilan dapat ditegakkan tanpa tekanan dan intervensi.*
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis yang dapat mer
NasionalJAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perintah tegas kepada aparat kepolisian dan TNI untuk mengambil tindakan keras terhadap se
NasionalJAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian langkah tegas pasca aksi demonstrasi besarbesaran dan insiden tragis yang me
NasionalDenpasar Suasana kemerdekaan masih terasa semarak di berbagai penjuru negeri. Di Denpasar, semangat itu turut disalurkan oleh salah satu
NasionalJAKARTA Dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, r
PolitikACEH BESAR Pemerintah Gampong Lampanah Dayah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, menggelar kegiatan Penyuluhan Internet Sehat bertempat di r
BeritaMEDAN Rektor Universitas Al Azhar Medan, Dr. Ir. Mawardi, ST., MT, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekeras
NasionalMEDAN Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menggelar ibadah oikumene sebagai bentuk doa bersama demi kedamaian dan keamanan bangsa I
AgamaJAKARTA Di tengah gelombang demonstrasi yang melanda berbagai daerah di Indonesia, sejumlah menteri dalam kabinet Presiden Prabowo Subiant
NasionalJAKARTA Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan Uya Kuya, artis sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi PAN, tengah berada di
Nasional