Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang, 2 Tewas dan 4 Luka Berat
JAKARTA Kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Tol Cipularang KM 93 arah Jakarta pada Kamis (5/3/2026) malam
PERISTIWA
MEDAN -Fenomena parkir liar kembali mencuat dalam sorotan masyarakat, memicu debat sengit di ranah maya tentang etika dan dampak sosial dari praktik ini. Dari sisi satu, ada yang menganggap memberikan upah ke tukang parkir liar sebagai bentuk kebaikan yang tak merugikan secara signifikan. Namun, dari sisi lain, ada yang menyoroti bahwa praktik ini bisa memberikan penghasilan besar kepada oknum-oknum tukang parkir liar, menimbulkan pertanyaan tentang kesetaraan ekonomi dan dampaknya pada keberlangsungan profesi lain.
Dalam sebuah itung-itungan sederhana, penghasilan tukang parkir liar bisa mencapai angka yang cukup menggiurkan. Dengan asumsi jam kerja mirip dengan pegawai kantoran, yakni 22 hari kerja dengan 7 jam per hari, dan dengan tarif parkir rata-rata Rp2 ribu per kendaraan motor, seorang tukang parkir hanya perlu 7 kendaraan per jam untuk melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP). Bahkan, jika berhasil memarkirkan 150 kendaraan per hari, penghasilannya bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah di atas UMP di beberapa daerah.
Namun, perhitungan tersebut hanya bersifat kasar dan tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang bisa membuat penghasilan tukang parkir liar semakin besar. Contohnya adalah adanya tarif parkir untuk mobil yang lebih tinggi daripada motor, serta kemungkinan bagi tukang parkir untuk bekerja penuh tanpa hari libur.
Namun, di balik potensi penghasilan yang menggiurkan tersebut, praktik parkir liar juga mengundang kekhawatiran akan dampak sosialnya. Bukan hanya merugikan pemilik tempat parkir resmi, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat umum yang harus menghadapi tekanan untuk memberikan upah, terlepas dari kewajiban sebenarnya. Selain itu, praktik ini juga menciptakan lingkungan yang kurang teratur dan mengganggu ketertiban umum di ruang publik.
Debat tentang tukang parkir liar menggambarkan kompleksitas masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat kita. Sementara di satu sisi ada argumen tentang keadilan sosial dan hak setiap individu untuk mencari penghidupan, di sisi lain, ada kebutuhan untuk menegakkan aturan dan menciptakan lingkungan yang lebih teratur dan aman bagi semua orang. Maka, dibutuhkan pendekatan yang holistik dan solusi yang tepat untuk mengatasi fenomena parkir liar ini secara efektif.
(N/014)
JAKARTA Kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Tol Cipularang KM 93 arah Jakarta pada Kamis (5/3/2026) malam
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, menyoroti kasus korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Dede menyayangkan
POLITIK
BATAM Suasana haru menyelimuti ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/3/2026). Fandi Ramadhan (22), anak bu
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMATERA UTARA Transformasi ekonomi desa kini menjadi fokus pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto. Koperasi desa atau Gerai Kopera
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sekaligus anggota Komisi XII DPR, Eddy Soeparno, menyatakan Indone
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyebutkan saat ini ada 97 sekolah di Sumatera
PENDIDIKAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memilih berhatihati dalam memutuskan status keanggotaan Indonesia di forum Board of Peace (BoP) di te
NASIONAL
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, memimpin rapat teknis pengendalian inflasi dalam rangka persiapan menghadapi Hari B
PEMERINTAHAN
BADUNG Wayan Koster mendampingi Hanif Faisol Nurofiq dalam kunjungan ke dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di w
PEMERINTAHAN
BADUNG Faisol Nurofiq bersama Wayan Koster mengikuti aksi bersih sampah pantai di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 5 Mare
NASIONAL