Para sahabat bertanya, "Hadiah apakah itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tamu akan menyebabkan turunnya rezeki untuk pemilik rumah dan menghapus dosa-dosa penghuni rumah."
Selain itu, rumah yang tidak dimasuki tamu berarti tidak mendapatkan kunjungan Malaikat Rahmat.
Rasulullah juga menyebutkan, "Tamu adalah penunjuk jalan menuju surga."
Dalam menjamu tamu, dianjurkan menyediakan hidangan makanan secukupnya, namun tetap berusaha memberikan yang terbaik.
Hal ini meneladani Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang pernah menyediakan hidangan daging anak sapi gemuk kepada tamunya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Adz-Dzariyat ayat 26-27.
Memuliakan tamu dengan niat ikhlas bukan hanya membangun hubungan silaturahmi, tetapi juga membuka pintu keberkahan dan ampunan bagi penghuni rumah.