MEDAN – Dalam ajaran Islam, sedekah merupakan salah satu bentuk amal yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
Namun, tidak semua sedekah memiliki tingkatan pahala yang sama.
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dan tercantum dalam Kitab Al-Lu'lu' wal Marjan serta Riyadhus Shalihin, Nabi Muhammad SAW menjelaskan tiga jenis sedekah paling utama dan paling dahsyat pahalanya.
Artinya: "Seseorang menemui Nabi, lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, sedekah yang manakah yang paling besar pahalanya?' Beliau bersabda, 'Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, kikir, takut miskin, dan ingin kaya. Dan janganlah engkau menunda sedekahmu sampai nyawamu sampai ke tenggorokan, lalu engkau berkata: Ini untuk fulan, ini untuk fulan.'"
(HR. Bukhari, Kitab Zakat, bab sedekah yang paling utama)
Berdasarkan penjelasan dari hadis tersebut, berikut tiga bentuk sedekah yang paling utama:
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sedekah terbaik dilakukan ketika seseorang masih dalam kondisi sehat dan bugar.
Dalam keadaan tersebut, seseorang masih memiliki hasrat, keinginan, serta kecenderungan terhadap harta.
Sedekah yang dilakukan saat ini menunjukkan ketulusan dan pengorbanan yang tinggi, karena dilakukan bukan karena terpaksa, melainkan atas dasar keimanan dan keinginan membantu.
Sedekah yang dilakukan saat seseorang berada dalam kondisi takut akan kemiskinan atau sedang berjuang untuk menjadi kaya juga termasuk yang paling utama.
Sedekah ini membuktikan kepercayaan seseorang bahwa rezeki datang dari Allah, bukan semata hasil usaha pribadi.
Memberi di tengah kekhawatiran dan keterbatasan adalah wujud keimanan yang kuat.
Hadis tersebut juga mengingatkan agar tidak menunda-nunda sedekah hingga ajal mendekat.
Rasulullah SAW melarang seseorang untuk menunggu hingga di ambang kematian baru membagikan hartanya, karena saat itu niat bersedekah sudah tidak lagi murni.
Dalam konteks kehidupan modern, hadis ini memberikan pesan penting agar umat Islam senantiasa menjaga keikhlasan dalam memberi, serta tidak menunggu saat lapang atau berlebihan untuk berbagi.
Bahkan di saat sulit dan penuh kekhawatiran pun, bersedekah tetap memiliki tempat yang agung dalam Islam.
Sedekah bukan soal seberapa banyak yang diberikan, melainkan kapan dan dalam kondisi seperti apa seseorang memberikannya.*
(d/a008)
Editor
: Abyadi Siregar
Tiga Jenis Sedekah Terdahsyat Menurut Hadis Nabi, Ini Penjelasannya