MEDAN – Rasa bosan atau kejenuhan kerap kali datang tiba-tiba, terutama saat pikiran buntu, suasana hati sedang buruk, atau rutinitas terasa monoton.
Dalam ajaran Islam, kondisi seperti ini tidak dianjurkan untuk disikapi dengan keluhan atau tindakan negatif. Sebaliknya, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa memohon kelapangan hati dan kejernihan pikiran agar tetap produktif dan tidak terjebak dalam rasa jenuh.
Terdapat sebuah doa yang berasal dari Kitab Majmu' Syarif yang dikenal sebagai doa memohon cahaya (an-nur). Doa ini diyakini mampu mencerahkan hati sekaligus membuka jalan pikiran yang sedang macet.
Berikut doa yang dianjurkan untuk mengusir rasa suntuk dan kebosanan:
"Allahumma'j-al lii nuuran fii qalbii, wa nuuran fii qabrii, wa nuuran fii sam'ii, wa nuuran fii basharii, wa nuuran fii sya'rii, wa nuuran fii basyarii, wa nuuran fii lahmii, wa nuuran fii damii, wa nuuran fii 'izhaamii, wa nuuran min bayni yadayya, wa nuuran fii khalfii, wa nuuran 'an yamiinii, wa nuuran 'an syimaalii, wa nuuran min fawqii, wa nuuran min tahtii. Allahumma zidnii nuuraa. Wa a'thinii nuuraa. Waj'al lii nuuraa. Waj'alnii nuuraa."Artinya: "Ya Allah, jadikanlah cahaya pada hatiku, kuburku, pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, tulang-tulangku, di hadapanku, belakangku, sisi kananku, sisi kiriku, sisi atasku, dan sisi bawahku. Ya Allah, tambahkanlah cahaya bagiku. Berikanlah cahaya kepadaku. Jadikanlah cahaya bagiku. Jadikanlah diriku bercahaya."*
Doa ini tidak hanya disarankan saat merasa bosan, tapi juga ketika menghadapi kebuntuan berpikir, suasana hati yang gelap, atau perasaan stagnan dalam beraktivitas sehari-hari.Dengan memanjatkan doa memohon cahaya ini, umat Muslim berharap mendapatkan pencerahan yang mampu mengusir rasa jenuh dan menggantikannya dengan semangat serta inspirasi baru dalam menjalani kehidupan.*