BREAKING NEWS
Jumat, 26 Juni 2026

Penyuluh Agama Aceh Besar Tegaskan Kepemimpinan Rasulullah SAW Relevan Sepanjang Zaman

T.Jamaluddin - Jumat, 26 September 2025 14:10 WIB
Penyuluh Agama Aceh Besar Tegaskan Kepemimpinan Rasulullah SAW Relevan Sepanjang Zaman
Penyuluh Agama Islam Kabupaten Aceh Besar, Drs Tgk Syaiful Mar AAI. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ACEH BESAR – Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW bukan hanya berlaku pada zamannya, tetapi tetap aktual dan relevan untuk diimplementasikan sepanjang masa.

Dalam setiap aspek kehidupan, Rasulullah menunjukkan karakter pemimpin sejati, mulai dari bidang spiritual, sosial, ekonomi, hingga politik dan kenegaraan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kabupaten Aceh Besar, Drs Tgk Syaiful Mar AAI, dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Buengcala, Kecamatan Kuta Baro, Jumat (26/9/2025), bertepatan dengan 4 Rabiul Akhir 1447 Hijriah.

Baca Juga:
Tgk Syaiful Mar menjelaskan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyampaikan ajaran Islam sekaligus membangun peradaban.

Saat hijrah ke Madinah, beliau tidak hanya berperan sebagai pemimpin spiritual, melainkan juga sebagai kepala negara yang memimpin pemerintahan dan kenegaraan.

"Setibanya di Madinah, tantangan terbesar Rasulullah adalah mempersatukan masyarakat majemuk yang terdiri dari kaum Muhajirin, Anshar, serta berbagai suku dan kelompok agama lain, termasuk Yahudi," ujarnya.

Keberhasilan Rasulullah dalam menciptakan persatuan tersebut tercermin dalam Piagam Madinah, yang menurut Tgk Syaiful merupakan konstitusi tertulis pertama di dunia yang menjamin hak sipil, kebebasan beragama, serta kewajiban bersama untuk membela negara.

"Inilah bukti bahwa pemimpin sejati adalah yang mampu membangun persatuan di tengah konflik antar suku dan kelompok," tambahnya.

Dalam aspek keadilan, Tgk Syaiful mengingatkan bahwa Rasulullah menjadikan keadilan sebagai pilar utama kepemimpinan.

Rasulullah tidak membeda-bedakan perlakuan berdasarkan status sosial, suku, maupun kekayaan.

Beliau mengutip hadis yang berbunyi, "Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena apabila orang yang terpandang mencuri, mereka membiarkannya, dan apabila orang yang lemah mencuri, mereka menegakkan hukuman atasnya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Selain itu, Rasulullah juga dikenal sebagai pemimpin yang memberikan teladan melalui sifat rendah hati, empati, dan interaksi langsung dengan rakyatnya.

Karakteristik utama kepemimpinan beliau yakni siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas), dan tabligh (komunikatif) menjadi dasar kepemimpinan yang efektif.

Tgk Syaiful mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Qalam ayat 4, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung," sebagai pengakuan terhadap akhlak mulia Rasulullah.

"Di era modern ini, kepemimpinan Rasulullah SAW harus tetap menjadi teladan. Para pemimpin hendaknya meniru sifat amanah dan jujur beliau, menjadi pemimpin yang melayani rakyat, bukan dilayani, serta mengedepankan keadilan, persatuan, dan persaudaraan di atas kepentingan pribadi atau golongan," harap Tgk Syaiful Mar.

Ia juga mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan umat Islam agar berlaku adil dan menjaga amanah dalam setiap kepemimpinan.

"Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa berlaku adil dan menjaga amanah dalam memimpin," pungkas Ketua PW Syarikat Islam Aceh periode 2019–2023 ini.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Doa Khatam Al-Qur’an: Bacaan Lengkap, Makna, dan Anjurannya
Muhammad Shaqr Syafik Terpilih Sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 7 Banda Aceh Periode 2025/2026
Sedang Sakit? Ini Doa yang Dipraktikkan Rasulullah SAW
Ijtihad Dimasa Kini: Kebutuhan Mendesak untuk Relevansi Hukum Islam
Mengapa Nabi Ibrahim Disebut dalam Bacaan Tahiyat Akhir Salat? Ini Penjelasannya
Memaknai Kehadiran Prabowo di Sidang Umum PBB Setelah 10 Tahun RI Absen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru