Menurut buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr, Sayyidul Istighfar memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibanding lafal istighfar lain, karena selain memohon ampunan, doa ini juga menegaskan pengakuan hamba atas nikmat Allah dan pengakuan dosa yang telah diperbuat.
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka...
Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Aku hamba-Mu. Aku mengakui nikmat-Mu dan dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena tiada yang mengampuni dosa selain Engkau."
Dengan rutin membaca Sayyidul Istighfar, umat Muslim tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tapi juga membuka peluang keberkahan dan ketenangan hidup sehari-hari, baik bagi diri sendiri maupun keluarga.*