BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Sejarah Salat Tarawih: Dari Qiyam Ramadan Nabi Muhammad SAW hingga 20 Rakaat di Masa Umar bin Khattab

Adelia Syafitri - Selasa, 17 Februari 2026 07:55 WIB
Sejarah Salat Tarawih: Dari Qiyam Ramadan Nabi Muhammad SAW hingga 20 Rakaat di Masa Umar bin Khattab
Ribuan jamaah tengah melaksanakan shalat tarawih di Masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (22/3/2023). (Foto: ANTARA/Syaiful Hakim/pri.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Bulan Ramadan selalu identik dengan salat malam yang khusyuk. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa salat yang dikenal sebagai Tarawih kini, pada awalnya bernama Qiyam Ramadan.

Istilah ini merujuk pada ibadah salat malam yang dilakukan untuk menghidupkan malam suci, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Menurut buku Al Wajiz fi Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq, pelaksanaan salat ini adalah sunnah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Baca Juga:

"Barang siapa mendirikan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Al Jamaah)

Awal Mula Salat Tarawih

Sejarawan Islam mencatat, Nabi Muhammad SAW pertama kali menunaikan salat malam di Masjid Nabawi pada 23 Ramadan tahun kedua Hijriyah.

Awalnya, salat dilakukan secara berjamaah hanya beberapa malam, sebelum Nabi memilih untuk tidak mengimami jamaah karena khawatir hal itu dianggap wajib bagi umatnya.

Riwayat dari Aisyah RA juga menjelaskan jumlah rakaat salat Nabi SAW: 4 rakaat, dilanjutkan 4 rakaat dengan bacaan panjang, dan ditutup 3 rakaat witir, sehingga total 11 rakaat.

Munculnya Istilah "Tarawih"

Barulah pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, istilah Tarawih muncul secara resmi. Umar melihat para sahabat salat malam berpencar-pencar di masjid, lalu menyatukan mereka di bawah satu imam.

Ubay bin Ka'ab ditunjuk menjadi imam, dan jumlah rakaat disesuaikan menjadi 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir, mencatat sejarah pelaksanaan Tarawih berjamaah secara masif yang kita kenal saat ini.

Umar bin Khattab pun memuji keteraturan ibadah umat Islam yang semakin rapi dan tertib. Sejak itu, tradisi Tarawih berjamaah menjadi salah satu momen ibadah Ramadan yang ditunggu umat.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Kota Padang Gelar Salat Tarawih Pertama Malam Ini
Hanya Sisa Sepekan, DPRK Aceh Utara Tekan BNPB Agar 2.449 Huntara Siap Dihuni Sebelum Bulan Suci
14 Cara Menjaga Khusyuk Salat Agar Fokus Saat Menghadap Allah
Pikiran Kemana-mana Saat Salat? Coba Terapkan Tips Ini Agar Khusyuk!
Misa Krisma di Gereja Katedral Jakarta Berlangsung Khidmat dan Aman
Kapan Waktu Terbaik Berdoa dalam Sholat? Ini Jawabannya!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru