Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH — Mudir Pondok Tahfizd Ihya'ul Qur'an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya bersukacita di hari Idul Fitri, tetapi juga melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas ibadah yang telah dijalani selama Ramadhan.
Dalam khutbah Idul Fitri di Masjid Asy-Syuhada Lampanah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (21/3/2026), Ustaz Abdurrahim menekankan pentingnya menjaga hati yang khauf (takut amal tertolak) sekaligus raja' (harap diterima oleh Allah).
Ia menyoroti perbedaan sikap para salafus shalih dengan sebagian umat saat ini.Baca Juga:
"Dahulu para salaf bersungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan, namun setelah Ramadhan berlalu, mereka menangis memikirkan apakah amal mereka diterima atau tidak," ujarnya, mengutip QS. Al-Mu'minun: 60.
Menurut Ustaz Abdurrahim, banyak umat kini lebih fokus pada aspek lahiriah Idul Fitri, seperti pakaian baru dan hidangan, sementara makna spiritual hari raya sering terabaikan.
Ia mencontohkan seorang ulama salaf yang menangis pada hari raya karena tidak yakin amalnya diterima Allah.
Lebih lanjut, ia menegaskan hakikat Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada Allah, menjaga istiqamah, dan meningkatkan ketaatan.
Ia mengingatkan ciri kegagalan Ramadhan, termasuk meninggalkan shalat berjamaah, lalai membaca Al-Qur'an, dan kembali berbuat dosa.
Ustaz Abdurrahim juga mengajak umat Islam merenungkan kefanaan hidup, mengutip QS. At-Taubah: 82, "Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak," sebagai pengingat akan kehidupan akhirat.
"Jika Ramadhan telah mengubah kita menjadi lebih baik, itu tanda amal diterima. Jika tidak, segera kembali kepada Allah sebelum terlambat," pesannya.
Ia menutup khutbah dengan mengingatkan agar Idul Fitri dijadikan awal perubahan, bukan akhir ketaatan, karena Rabb Ramadhan adalah juga Rabb di bulan-bulan berikutnya.*
(ad)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN