Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA -Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, akhirnya berhasil dibebaskan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Pegunungan, setelah terjebak dalam penyanderaan selama 1,5 tahun. Pembebasan ini merupakan kabar gembira yang disambut sukacita oleh banyak pihak, termasuk Susi Pudjiastuti, founder Susi Air.
Dalam sebuah pesan video yang disampaikan pada Sabtu (21/9/2024), Susi Pudjiastuti mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillahhirobil alamin, saya bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Akhirnya Kapten Philip Martens hari ini sudah pulang kepada kami dan on the way ke Jakarta,” ujarnya dengan penuh rasa haru.
Terima Kasih kepada Pihak BerwenangSusi juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pejabat tinggi negara yang terlibat dalam proses pembebasan Kapten Philip. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo, Pak Menhan Prabowo Subianto, Pak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, hingga Satgas Damai Cartenz yang telah mengupayakan pembebasan Kapten Philip,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi keselamatan warga, khususnya di wilayah Papua yang sering kali menjadi lokasi konflik.
Perjuangan PanjangProses pembebasan Kapten Philip bukanlah hal yang mudah. Sejak disandera oleh KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk membebaskannya. Susi mengungkapkan rasa prihatin dan kesedihan yang mendalam selama masa penyanderaan tersebut. “Kami prihatin, kami bersedih. Namun akhirnya, atas kerjasama dan dukungan dari semua pihak, Kapten Philip Martens telah bisa pulang kepada kami dan keluarga,” tuturnya.
Di akhir video, Susi mengekspresikan harapannya untuk bertemu kembali dengan Kapten Philip. “Tadi saya sudah bicara di video call, rasa sedih dan bahagia bercampur aduk luar biasa. Semoga malam ini saya bisa bertemu, dan semoga Kapten Philip Martens sehat walafiat,” katanya.
Dengan kebebasan Kapten Philip, Susi Pudjiastuti dan timnya kini berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. Pengalaman pahit ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan di daerah-daerah rawan konflik. Kapten Philip kini berada dalam pengawasan Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024, memastikan proses pemulihan dan keamanan setelah pengalaman traumatis tersebut.
(N/014)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA