JAKARTA –Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, memberikan pandangannya terkait situasi terkini di Gaza dan konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas. Dalam podcast Diptalk yang tayang di YouTube Kumparan, JK mengungkapkan bahwa Israel kini berada dalam posisi yang lebih kuat setelah terbunuhnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, pada akhir Juli lalu di Teheran, Iran.
Menurut laporan, Haniyeh tewas dalam sebuah insiden yang diklaim melibatkan Israel. Baik Hamas maupun Iran menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian Haniyeh, dan keduanya telah berjanji untuk menuntut balas. Kejadian ini menambah ketegangan yang sudah lama ada di kawasan tersebut.
Jusuf Kalla mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemenangan dalam konflik bersenjata melawan Israel adalah hal yang sangat sulit dicapai. Ia menyampaikan pandangannya saat bertemu dengan perwakilan Hamas di pemakaman Haniyeh. JK menegaskan bahwa meskipun perjuangan tersebut sangat berat, kenyataannya adalah bahwa perang melawan Israel sangat tidak seimbang.
“Walaupun kita sadari bahwa ini kenyataan. Anda tidak bisa memenangkan perang. Saya katakan terus selalu sama mereka. Anda kan tidak bisa memenangkan perang,” ujar JK. Menurutnya, konflik yang berkepanjangan dan kerusakan yang ditimbulkan hanya akan menambah penderitaan rakyat Gaza tanpa memberikan solusi yang nyata.
JK juga menyoroti bahwa beberapa perang yang telah terjadi antara Hamas dan Israel sebelum konflik Gaza 2023 hanya memperburuk keadaan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan yang terjadi di Gaza semakin parah dengan setiap konflik. “Terus sudah tiga kali perang makin rusuh anda punya negeri. Jadi waktunya untuk, sebenarnya juga Israel, saya juga bertemu dengan pimpinan, bukan bertemu, berbicara, berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan mereka, ya sudah, syarat apa anda, tolonglah dengan jelas anda kembali kepada persediaan semula,” lanjut JK.
Menurut JK, Israel berada di posisi yang lebih kuat karena dukungan besar dari Amerika Serikat. “Memang akhirnya kan Israel di atas angin sekarang, walaupun ada perundingan. Nah, itu tapi, mau dia apa lagi, mau perang pun sanggup dengan bantuan Amerika ini kan,” jelas JK. Ia menegaskan bahwa dukungan AS membuat Israel lebih sulit dikalahkan.
Untuk itu, JK mendorong agar kedua belah pihak yang bertikai, terutama Hamas, mempertimbangkan solusi dua negara atau two-state solution sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan ini. “Walaupun sekarang ini saya kira dia sudah harus menerimanya itu solution,” kata JK, mengarahkan agar solusi politik yang sudah lama menjadi diskusi dapat diimplementasikan untuk membawa perdamaian yang lebih langgeng.
Dengan dorongan untuk kembali ke meja perundingan dan mempertimbangkan solusi dua negara, JK berharap bisa mengurangi ketegangan dan kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut, serta membawa harapan baru untuk stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
(N/014)
JK Sebut Israel di Atas Angin Akibat Ismail Haniyeh Terbunuh