BREAKING NEWS
Senin, 23 Maret 2026

Tindak Lanjut Kerja Sama Indonesia-China: Prabowo Subianto Kunjungi KEK Batang

Adelia Syafitri - Selasa, 18 Maret 2025 20:36 WIB
Tindak Lanjut Kerja Sama Indonesia-China: Prabowo Subianto Kunjungi KEK Batang
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis mendatang.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut investasi yang telah dijalin melalui kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan otoritas kota Fujian, China.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers pada Selasa (18/3/2025) mengungkapkan bahwa investasi yang direncanakan untuk KEK Batang mencapai sekitar Rp 16 triliun.

"Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong investasi industri di kawasan ekonomi khusus Batang," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, kesepakatan investasi ini merupakan hasil dari pembicaraan sebelumnya antara Presiden Prabowo dengan Presiden China, Xi Jinping.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Batang kali ini juga merupakan implementasi dari komitmen yang telah dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut.

Selain itu, Airlangga menambahkan bahwa dalam rapat tersebut, juga disampaikan undangan kepada Presiden Prabowo untuk mengunjungi kawasan pengembangan KEK Nongsa di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang akan menjadi lokasi proyek investasi pembangunan pusat data (data center).

Pemerintah Indonesia juga berencana untuk memperluas investasi kawasan ekonomi Singhasari di Malang, Jawa Timur, yang saat ini sudah menerima investasi dari King's College, London.

"Selanjutnya, Queen Mary University dari Inggris akan bergabung di kawasan ekonomi Singhasari, yang merupakan bagian dari keluarga Russell Group, asosiasi universitas ternama dunia," jelas Airlangga.

Kunjungan Presiden Prabowo ke berbagai kawasan ekonomi ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia, khususnya dalam bidang industri dan pendidikan.

(cb/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru