Ekonom memperingatkan bahwa tarif yang diterapkan akan menyebabkan lonjakan harga barang, baik di dalam negeri AS maupun di luar negeri.
Jika tarif baru diterapkan, menurut analisis dari Yale University Budget Lab, pengeluaran rumah tangga AS dapat meningkat sebesar US$ 3.400 per tahun, yang tentunya akan memengaruhi daya beli konsumen.
Kehilangan Nilai Pasar Saham dan Ketegangan Ekonomi Global
Dalam sebulan terakhir, pasar saham AS mengalami kerugian hampir US$ 5 triliun dari total nilai pasar sahamnya.
Indeks-indeks utama di Wall Street menunjukkan penurunan, dengan banyak investor yang memilih untuk menarik dana mereka menunggu kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan Trump.
Tarif baru ini juga memberikan dampak di luar AS.
Pabrik-pabrik di Jepang, Eropa, dan negara-negara lainnya melaporkan penurunan aktivitas produksi pada bulan Maret, mengingat persiapan untuk lonjakan biaya yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif tersebut.
Beberapa perusahaan bahkan berusaha mempercepat pengiriman barang sebelum tarif baru diterapkan.
Industri Manufaktur Mengalami Kontraksi
Sektor manufaktur AS pun mengalami kontraksi setelah dua bulan berturut-turut mencatatkan pertumbuhan.
Lonjakan biaya produksi yang disebabkan oleh tarif baru kini menjadi perhatian utama bagi pelaku industri.
Banyak ekonom yang khawatir lonjakan harga barang di tengah perlambatan aktivitas bisnis dapat memicu stagflasi, sebuah kondisi di mana inflasi tinggi berbarengan dengan stagnasi ekonomi.