BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

OJK Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Konsumtif, Ajak Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

- Senin, 07 Juli 2025 11:19 WIB
OJK Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Konsumtif, Ajak Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
gambar ilustrasi dana pensiun (foto: AI/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Di era digital dengan arus informasi cepat dan godaan tren media sosial, banyak orang terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang kerap menunda persiapan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun.

Menyikapi fenomena ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun edukasi keuangannya, @sikapiuangmu, membagikan sejumlah strategi agar masyarakat bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan sejak dini.

Dalam unggahan terbarunya pada Minggu (6/7/2025), OJK menyoroti beberapa kebiasaan yang kerap menjadi penghambat dalam menabung untuk masa tua. Salah satunya adalah FOMO (fear of missing out) terhadap tren gaya hidup yang viral di media sosial.

"Jangan sampai demi tampil gaya, kita justru terjebak dalam utang," tulis OJK dalam unggahan tersebut.

Empat Penghambat Dana Pensiun Versi OJK

FOMO Media Sosial: Terburu-buru mengikuti gaya hidup orang lain tanpa mempertimbangkan kondisi finansial pribadi.

Belanja Impulsif karena Diskon: Membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena harga promo.

Self-Reward Berlebihan: Memberi hadiah untuk diri sendiri boleh, tapi jika terlalu sering, bisa merusak rencana keuangan.

Panic Buying karena Inflasi: Membeli dalam jumlah besar karena takut harga naik, meski barang belum tentu dibutuhkan.

5 Tips OJK Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

OJK menyarankan lima langkah praktis agar masyarakat dapat mempersiapkan masa tua yang lebih tenang dan mandiri:

Autodebit adalah sahabatmu

Sisihkan minimal 10% gaji untuk dana pensiun langsung setelah menerima penghasilan.

Pisahkan rekening, jangan sering dicek

Gunakan rekening khusus tanpa akses mobile banking agar tidak tergoda menggunakannya.

Mulai sekarang, jangan tunggu mapan

Konsistensi lebih penting dari jumlah. Mulai dari Rp 50.000 per bulan sudah cukup.

Investasi, bukan cuma menabung

Gunakan produk jangka panjang seperti reksa dana pensiun, DPLK, atau BPJS Ketenagakerjaan.

Abaikan kebisingan tren

Fokus pada kebutuhan, bukan keinginan. Jangan biarkan tren menggeser prioritas finansial.

OJK menegaskan bahwa mempersiapkan dana pensiun bukan soal besar gaji, melainkan soal kedisiplinan. Dana pensiun yang terkelola sejak dini memungkinkan seseorang untuk pensiun tanpa utang, tetap mandiri, dan menikmati masa tua tanpa beban finansial.

"Itu semua bisa kejadian asal kamu siapkan sekarang, bukan nanti," tegas akun @sikapiuangmu.

(d/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru