Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
JAKARTA — Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Sutarto Alimoeso, meminta pemerintah untuk lebih hati-hati dalam menyikapi maraknya praktik pencampuran beras yang saat ini ramai disebut "beras oplosan". Menurut Sutarto, pencampuran beras bukan serta-merta tindakan curang atau melanggar hukum.
Sutarto menjelaskan bahwa pencampuran atau "oplosan" adalah bagian alami dari industri penggilingan padi. Istilah oplosan sering kali diberi konotasi negatif, padahal tidak semua pencampuran dilakukan untuk merugikan konsumen.
"Oplosan beras itu nampaknya diartikan pasti jelek, ya. Padahal sebenarnya oplosan itu kan 'pencampuran'. Dicampur itu ada yang memang tujuannya baik, ada yang memang mungkin tujuannya jelek," jelas Sutarto, Sabtu (19/7/2025).
Menurutnya, sejak lama petani menanam berbagai varietas padi dalam satu wilayah sehingga sulit memisahkan varietas secara ketat saat penggilingan.
Misalnya, di satu kecamatan bisa tumbuh berbagai jenis padi seperti IR64, Inpari 32, dan Legowo secara bersamaan.
Sutarto juga menguraikan bahwa dalam proses penggilingan, beras dipisah menjadi kategori seperti beras kepala (beras utuh), broken (beras pecah), dan menir.
Untuk beras premium sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023, beras harus memiliki derajat sosoh di atas 95 persen dan broken maksimal 15 persen. Pencampuran dilakukan agar beras tetap memenuhi standar ini.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelanggaran terjadi jika beras yang tidak memenuhi standar tetap diklaim sebagai beras premium, seperti kandungan broken yang melebihi batas.
Sutarto juga menyoroti pelanggaran serius jika beras program pemerintah seperti SPHP dicampur dengan beras komersial. "Kalau terjadi, itu pelanggaran," katanya.
Masalah Utama Ada pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras
Sutarto menegaskan persoalan utama bukan praktik pencampuran, tapi ketidaksesuaian antara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. HPP gabah dinaikkan menjadi Rp 6.500 per kilogram, sementara HET beras medium tetap Rp 12.500 per kilogram.
"Kalau harga gabah naik, harga berasnya harusnya juga naik. Tapi pemerintah menetapkan harga beras tetap, itu yang bikin pengusaha penggilingan terjepit," ujarnya.
Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha terpaksa menurunkan mutu beras untuk tetap bisa dijual di bawah HET atau bahkan menghentikan produksi karena rugi.
Sutarto mengusulkan pemerintah meninjau ulang HET agar tidak terjadi ketidakseimbangan yang memicu praktik negatif dan menekan pengusaha penggilingan.
Komitmen Perpadi pada Kualitas dan Pelabelan Beras
Sutarto memastikan Perpadi tegas menindak anggotanya yang memberikan label menyesatkan pada produk beras. "Kami tegur jika ada yang klaim premium tapi tidak, atau menyebut medium padahal bukan," pungkasnya.*
(kp/j006)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA