BREAKING NEWS
Rabu, 28 Januari 2026

Harga Beras di Padangsidimpuan Melonjak, Warga Minta Pemerintah Turun Langsung Cek Harga di Lapangan

Indra Saputra - Kamis, 24 Juli 2025 16:15 WIB
Harga Beras di Padangsidimpuan Melonjak, Warga Minta Pemerintah Turun Langsung Cek Harga di Lapangan
Ilustrasi Kenaikan Harga Beras di Padangsidimpuan. (foto: Indra Saputra/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN — Harga beras di Kota Padangsidimpuan terus menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Merek beras premium favorit masyarakat, seperti Si Latihan dan Si Pulo, kini dijual dengan harga yang jauh melampaui harga sebelumnya.

Lonjakan harga ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Menurut data yang dihimpun, harga beras merek Si Latihan dan Si Pulo kemasan 50 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp14.500 per kilogram kini telah naik menjadi Rp16.250 per kilogram.

Kenaikan drastis sebesar Rp1.750 per kilogram ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, yang harus beradaptasi dengan biaya kebutuhan pokok yang semakin tinggi.

"Beras adalah kebutuhan pokok sehari-hari. Jika harganya terus naik dan sulit dijangkau, pemerintah harus bertanggung jawab untuk menjaga kestabilan harga," ungkap Bunga (46), seorang ibu rumah tangga di Padangsidimpuan yang merasakan langsung beban kenaikan harga tersebut.

Masyarakat Padangsidimpuan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau harga dan pasokan beras.

Transparansi data stok dan distribusi beras menjadi sangat penting agar tidak terjadi praktik curang yang merugikan konsumen.

Pemerintah daerah juga diharapkan aktif berkoordinasi dengan Perum Bulog dan pelaku usaha beras agar pasokan tetap terjamin dan harga dapat lebih terkendali.

Kenaikan harga yang cukup signifikan ini juga menimbulkan dugaan adanya permainan harga oleh oknum-oknum tertentu yang menguasai jalur distribusi beras di wilayah Padangsidimpuan.

Beberapa pedagang lokal bahkan menyebut adanya mafia beras yang sengaja mempermainkan harga demi keuntungan pribadi.

"Kami menduga ada permainan mafia beras. Harga bisa naik drastis tanpa alasan yang jelas, pemerintah harus segera bertindak agar kondisi tidak semakin parah," ujar Indra (50), salah seorang pedagang grosir.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru