Sistemnya yang terdesentralisasi dan sulit diretas menjadikan bitcoin menarik, terutama bagi investor yang meyakini masa depan ekonomi digital.
Diciptakan oleh sosok anonim Satoshi Nakamoto pada 2009, bitcoin hanya tersedia dalam jumlah terbatas, yaitu 21 juta unit, yang diprediksi akan habis ditambang pada tahun 2140.
Meskipun dikenal memiliki volatilitas tinggi, bitcoin juga menawarkan potensi keuntungan yang signifikan.
Memilih antara emas, perak, atau bitcoin pada akhirnya kembali kepada profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing investor.
Emas cocok untuk mereka yang mengutamakan kestabilan, perak menjanjikan untuk mereka yang mencari kombinasi nilai dan pertumbuhan industri, sedangkan bitcoin lebih sesuai untuk investor agresif dengan toleransi risiko tinggi yang tertarik pada inovasi teknologi.*