BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

APINDO – PPLBI Perkuat Peran Pusat Logistik Berikat untuk Tekan Biaya Logistik Nasional

Ida Bagus Wedha - Jumat, 29 Agustus 2025 08:31 WIB
APINDO – PPLBI Perkuat Peran Pusat Logistik Berikat untuk Tekan Biaya Logistik Nasional
APINDO bersama PPLBI menggelar forum diskusi bertajuk “Future-Ready Supply Chains: Leveraging Indonesia’s Bonded Facilities for Global Growth”, Kamis (28/8/2025), di kantor APINDO, Jakarta. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dalam upaya mendukung target pemerintah menurunkan biaya logistik nasional, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) menggelar forum diskusi bertajuk "Future-Ready Supply Chains: Leveraging Indonesia's Bonded Facilities for Global Growth", Kamis (28/8/2025), bertempat di kantor APINDO, Jakarta.

Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk membahas solusi konkret dalam menghadapi tantangan logistik nasional, sekaligus mendorong peran Pusat Logistik Berikat (PLB) sebagai instrumen penting dalam mendukung efisiensi rantai pasok dan peningkatan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Biaya logistik nasional saat ini tercatat sekitar 14,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga:

Namun, bila memasukkan komponen logistik ekspor, angkanya mencapai 23,08% dari PDB, jauh di atas rata-rata negara maju yang berada di kisaran 8-10%, dan masih lebih tinggi dibanding sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menekankan bahwa PLB dan Kawasan Berikat tidak hanya berperan sebagai tempat penyimpanan barang, melainkan juga menjadi penggerak strategis dalam memperkuat rantai pasok nasional.

Baca Juga:

"PLB adalah game changer. Selain mengurangi biaya logistik, PLB juga mendukung optimalisasi arus kas, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta memberikan fleksibilitas dalam distribusi global. Ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional, khususnya industri berorientasi ekspor," ujar Shinta.

Senada dengan itu, Ketua Umum PPLBI, Utami Prasetiawati, menambahkan bahwa manfaat PLB sudah terbukti melalui praktik nyata di berbagai sektor industri.

Ia menyampaikan, PLB mampu memberikan kepastian operasional, mengurangi risiko keterlambatan, serta mendukung efisiensi biaya secara signifikan.

"Di sektor migas, misalnya, keterlambatan pengiriman bisa berdampak hingga jutaan dolar. PLB memberikan solusi logistik yang presisi dan efisien. Begitu juga dalam industri otomotif, PLB memungkinkan penerapan sistem just-in-time dengan fleksibilitas penuh terhadap kebutuhan produksi," tutur Utami.

Dalam forum tersebut, para pelaku industri turut memberikan testimoni atas efektivitas PLB dalam memperkuat performa rantai pasok mereka.

Diskusi juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan peningkatan infrastruktur logistik nasional agar keberadaan PLB semakin maksimal dalam menjawab kebutuhan industri masa kini dan masa depan.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta organisasi seperti APINDO dan PPLBI menjadi kunci untuk mendorong transformasi logistik nasional ke arah yang lebih efisien, berdaya saing, dan siap menghadapi dinamika global.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.347,5 di Akhir Pekan, Terdorong Sentimen Global dan Ekspektasi The Fed
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.351 per Dolar AS, Sentimen Global & Domestik Jadi Sorotan
IHSG Dibuka Menguat, Mendekati Level Psikologis 8.000 di Tengah Kinerja Positif Saham Big Caps
Rupiah Melemah ke Rp16.327 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Hari Ini
Rupiah Dibuka Menguat Tajam ke Rp16.259 per Dolar AS, Tertinggi di Asia Pagi Ini
Presiden Prabowo Lantik Mendiktisaintek Brian Yuliarto sebagai Kepala Badan Industri Mineral
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru