KontraS Soroti Minim Transparansi, Ragu Peradilan Militer Ungkap Motif Penyiraman Air Keras
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
TUBAN – Sebuah video yang memperlihatkan ribuan buruh PT Gudang Garam Tbk tengah melakukan momen perpisahan ramai beredar di media sosial.
Video berdurasi sekitar 1 menit 17 detik itu diduga merekam proses pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di pabrik rokok terkemuka asal Tuban, Jawa Timur.
Menanggapi kabar tersebut, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan pihaknya akan segera melakukan verifikasi terkait isu PHK tersebut.
"Kami baru dapat kabarnya telah terjadi PHK buruh rokok PT Gudang Garam. Kita akan cek dulu kebenarannya," ujar Said kepada media, Minggu (7/9/2025).
Said menilai, bila kabar tersebut benar adanya, hal ini menjadi indikasi bahwa daya beli masyarakat masih lemah sehingga berdampak pada penurunan produksi industri rokok.
Selain itu, beberapa faktor lain turut menjadi penyebab kondisi ini, seperti pasokan tembakau yang terbatas, kurangnya inovasi untuk menyesuaikan tren pasar, serta beban pajak cukai rokok yang semakin mahal.
"Selamatkan industri rokok nasional, selamatkan puluhan ribu buruh yang terancam kehilangan pekerjaan. Namun, kampanye kesehatan juga harus tetap dijaga," tambahnya.
Presiden KSPI itu juga memperingatkan bahwa potensi PHK tidak hanya terjadi pada karyawan Gudang Garam, tetapi juga meluas ke sektor lain yang terkait, seperti buruh tembakau, logistik, supir, pedagang kecil, suplier, hingga pemilik kontrakan.
Menurutnya, jumlah pekerja yang berpotensi kehilangan mata pencaharian dapat mencapai ratusan ribu orang.
"Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan akibat situasi ini," tegas Said.
Ia pun mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera melakukan intervensi guna mengatasi persoalan ini secara tuntas.
Namun, Said mengingatkan agar penanganan dilakukan tidak seperti kasus PHK di perusahaan tekstil Sritex, yang hingga kini masih menyisakan janji yang belum terealisasi dan pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang tidak dibayarkan kepada buruh.
Berdasarkan laporan tahunan PT Gudang Garam Tbk tahun 2024, perusahaan mempekerjakan sebanyak 30.308 karyawan, dengan 84,4% di antaranya adalah karyawan tetap.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.752 pegawai berstatus staf (91,6%), 1.845 orang bekerja sebagai supervisor (6,1%), 697 karyawan menduduki posisi manajer (2,3%), sementara sisanya menjabat komisaris dan direktur.
Isu PHK massal di PT Gudang Garam menjadi sorotan mengingat perusahaan ini merupakan salah satu pemain utama di industri rokok nasional dan menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga di Tuban dan sekitarnya.*
(bb/a008)
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar digital forensik Rismon Sianipar angkat bicara terkait laporan yang dilayangkan Wakil Presiden ke10 dan 12 RI Jusuf Kalla k
POLITIK
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal MV Gol
INTERNASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyaksikan langsung ajang Sprint Rally Sumut 2026 yang menjadi seri pembuka Kejuaraan Nasi
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk lebih bangga terhadap budaya Indonesia dan tidak merasa rendah diri terhada
POLITIK
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa progres uji coba program biodiesel 50 persen (
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai digitalisasi dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat menjadi s
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono buka suara terkait namanya yang disebutsebut menguat sebagai calon Ketua Umum Ikatan Pencak Silat
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar aspek kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap perjalanan panjang pencak silat yang kini menjadi identitas bangsa dan semakin dikenal dun
SENI DAN BUDAYA