BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Pekerja Hotel, Restoran, dan Kafe Kini Bebas PPh 21, Pemerintah Targetkan 552 Ribu Penerima

Abyadi Siregar - Senin, 15 September 2025 15:26 WIB
Pekerja Hotel, Restoran, dan Kafe Kini Bebas PPh 21, Pemerintah Targetkan 552 Ribu Penerima
Ilustrasi. (foto: st. paul university quezon ciy)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pemerintah resmi meluncurkan Paket Ekonomi Akselerasi 2025 dengan total anggaran sebesar Rp16,2 triliun.

Dalam paket tersebut, salah satu program utama adalah perluasan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP), yang kini mencakup pekerja di sektor pariwisata.

Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:
"Ini dilanjutkan ke sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe. Target penerimanya 552.000 pekerja dan diberikan pembebasan 100% PPh 21 untuk sisa tahun pajak 2025, atau selama tiga bulan," ujar Airlangga.

Program ini melengkapi insentif serupa yang sebelumnya telah diberikan kepada sektor industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur.

Pemerintah mengalokasikan Rp120 miliar untuk membiayai insentif PPh 21 DTP bagi sektor pariwisata.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli pekerja sekaligus mendorong pemulihan industri pariwisata, yang sempat terpukul akibat pandemi dan perlambatan global.

Menurut Airlangga, Paket Ekonomi 2025 terdiri dari:
Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Beri Diskon Iuran JKK dan JKM untuk 731 Ribu Pengemudi Ojol dan Pekerja Transportasi
Sektor Tekstil dan Alas Kaki Dapat Angin Segar, Insentif Pajak Diperpanjang 2026
Pemerintah Luncurkan 8 Program Ekonomi Senilai Rp16,23 Triliun, Ini Daftarnya!
Menkeu Purbaya Bandingkan Era SBY dan Jokowi: Siapa Lebih Efektif Dorong Ekonomi?
Menelisik Arah Pemerintahan Prabowo-Gibran: Antara Stabilitas Politik dan Tantangan Ekonomi Riil
Menkeu Purbaya Jamin Keuangan Negara Aman Meski Pajak Melambat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru