JAKARTA– Prospek emiten PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dinilai positif seiring persiapan memasuki fase produksi emas komersial pada kuartal I 2026.
EMAS merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi dan tambang tembaga Wetar, serta mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dengan sumber daya sekitar 7 juta ons emas.
Proyek Pani dirancang berbiaya rendah dan berumur panjang, dengan target produksi puncak 500.000 ons per tahun.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia, menuturkan Proyek Pani menargetkan kapasitas 145.000 ons per tahun dengan cash cost sekitar 800 dollar AS per ons dan AISC 990 dollar AS per ons.
Saat ini, posisi produksi mencapai 115.000 ons per tahun dengan cash cost 1.017 dollar AS per ons dan AISC 1.337 dollar AS per ons.
Dengan asumsi kapasitas 90 persen, produksi Pani diperkirakan mencapai 130.000 ons, sehingga total produksi emas MDKA pada tahun 2026 diproyeksikan mencapai 235.000 ons.
Pendapatan segmen emas ditargetkan mencapai 533 juta dollar AS, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu senilai 261 juta dollar AS, dengan rata-rata cash cost turun menjadi 950 dollar AS per ons.
Hingga akhir Juni 2025, penyelesaian Proyek Pani telah mencapai progres 67 persen.
Manajemen menyampaikan seluruh rekayasa detail dan proses pengadaan telah selesai, dan kontraktor kini tengah memasang infrastruktur pengolahan dan kelistrikan.