JAKARTA, – Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp 16.750 per dollar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/9/2025).
Level ini lebih rendah dibanding penutupan Kamis (25/9) di Rp 16.735 per dollar AS. Kondisi pasar keuangan domestik juga ikut tertekan.Yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik menjadi 6,43 persen, sementara premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun meningkat menjadi 83,18 basis poin, dari sebelumnya 69,59 basis poin pada 19 September.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pelemahan rupiah dipicu sentimen global, terutama penguatan dollar AS."Indeks dolar (DXY) naik ke 98,55. Yield US Treasury tenor 10 tahun juga meningkat ke 4,17 persen. Pergerakan ini memberi tekanan tambahan ke pasar keuangan domestik," ujarnya.
Data BI menunjukkan aliran modal asing keluar cukup besar pada pekan ini. Dari 22 sampai 25 September, investor nonresiden mencatat jual neto Rp 2,71 triliun.
Penjualan terbesar terjadi di pasar SBN senilai Rp 2,16 triliun, disusul penjualan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 5,06 triliun.