Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan RI di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/10). (foto: CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gegabah dalam memberikan insentif fiskal kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal tersebut ia sampaikan usai menggelar pertemuan dengan jajaran direksi BEI dan para pelaku pasar di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10).
Purbaya mengungkapkan, permintaan insentif seperti keringanan pajak harus dibarengi dengan komitmen nyata BEI dalam merapikan perilaku pasar, khususnya praktik manipulatif seperti "menggoreng" harga saham yang dinilai merugikan investor ritel.
"Direktur Bursa juga minta insentif, terus belum tentu saya kasih. Saya bilang, akan saya berikan insentif kalau Anda sudah merapikan perilaku investor di pasar modal," kata Purbaya kepada awak media.
Menurutnya, upaya pembenahan tata kelola pasar modal harus menjadi prioritas agar kepercayaan investor dapat terjaga.
Pemerintah, ujar Purbaya, baru akan mempertimbangkan insentif jika BEI menunjukkan langkah konkret dalam meningkatkan integritas dan perlindungan investor.
"Artinya, yang goreng-goreng dikendalikan sama dia lah, supaya investor kecil terlindungi. Baru saya bikin insentifnya, kira-kira begitu," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur BEI Iman Rachman diketahui telah mengajukan sejumlah usulan insentif fiskal kepada Kementerian Keuangan.
Usulan tersebut bertujuan untuk memperkuat daya saing dan pertumbuhan pasar modal domestik.
Namun, Purbaya menilai usulan tersebut belum didukung oleh sistem pengawasan dan tata kelola yang memadai.
"Sekarang belum [diberi insentif]. Dia minta macam-macam, pajak. Tapi saya bilang, rapikan dulu," tegas Purbaya.
Selain menyoroti kondisi pasar modal, Purbaya juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menata ulang internal di Kementerian Keuangan, khususnya pada sektor perpajakan.