Keputusan BI ini sejalan dengan pandangan sejumlah ekonom yang menilai bahwa ruang penurunan suku bunga masih terbuka dalam beberapa bulan mendatang, terutama jika tekanan inflasi dan pelemahan Rupiah dapat terkendali.
Sebelumnya, beberapa analis memperkirakan BI berpotensi menurunkan BI-Rate ke 4,50 persen pada kuartal pertama 2026, seiring dengan menurunnya risiko eksternal dan menguatnya stabilitas ekonomi domestik.
Namun untuk saat ini, langkah BI mempertahankan suku bunga dinilai sebagai kebijakan yang hati-hati dan terukur, guna menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan dukungan terhadap pemulihan sektor riil.*