BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Kemenkop Bahas Peran Kopdes Merah Putih Kelola Kebun Sawit Negara Bersama Agrinas Palma

- Jumat, 24 Oktober 2025 19:54 WIB
Kemenkop Bahas Peran Kopdes Merah Putih Kelola Kebun Sawit Negara Bersama Agrinas Palma
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut, koperasi sudah bisa medapatkan izin untuk mengelola tmbang batu bara dan mineral.(Foto: Dokumentasi Kemenkop)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, buka suara terkait kemungkinan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dilibatkan dalam pengelolaan kebun sawit hasil sitaan negara yang sebelumnya diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

Menurut Zabadi, pemerintah saat ini tengah melakukan pembahasan teknis dengan pihak Agrinas Palma terkait pola pengelolaan kebun sawit tersebut. Skema yang disiapkan berbasis kemitraan antara perusahaan inti dan koperasi sebagai plasma.

"Ini kita sedang melakukan pembahasan, pembicaraan teknis terkait pengelolaan kebun sawit yang jumlahnya cukup besar, yang telah diambil oleh pemerintah dan dikelola oleh Agrinas Palma," ujar Zabadi dalam Forum Redaksi Ƈ Tahun Pemerintahan Kabinet Merah Putih' di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, secara umum Agrinas Palma akan berperan sebagai perusahaan inti, sementara koperasi-koperasi di daerah akan berfungsi sebagai plasma. "Pendekatannya adalah inti-plasma, seperti yang sudah berjalan sebelumnya," tambah Zabadi.

Meski demikian, Zabadi menegaskan bahwa detail teknis skema tersebut belum bisa diumumkan karena masih dalam tahap pembicaraan dengan Agrinas Palma.

"Desainnya nanti seperti apa belum bisa kita sampaikan, karena perusahaan ini sendiri baru melakukan konsolidasi," ucapnya.

Zabadi memastikan pembahasan lanjutan akan segera dilakukan untuk mematangkan pembagian peran antara Agrinas Palma dan koperasi.

"Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan melanjutkan perjalanan bersama Agrinas Palma untuk membagi peran, dan mendorong koperasi berperan sebagai plasma," kata dia.

Menurut Zabadi, keterlibatan koperasi penting karena sektor kelapa sawit membutuhkan modal dan kemitraan usaha yang kuat.

"Industri sawit tidak hanya soal tenaga kerja, tetapi juga investasi besar, sehingga memerlukan kemitraan usaha, termasuk keterlibatan koperasi," jelasnya.

Saat ditanya kemungkinan lahan sawit yang dikelola koperasi bisa dijadikan jaminan, Zabadi menegaskan hal tersebut belum pasti.

"Belum tahu, apakah nanti dalam bentuk HGU atau bentuk lain. Intinya, ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan Agrinas Palma dan stakeholder terkait," ujarnya.

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru