BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Uang Rp1.000 Jadi Rp1? DPR Minta BI Siapkan Roadmap Agar Masyarakat Tak Bingung

Adam - Sabtu, 15 November 2025 21:30 WIB
Uang Rp1.000 Jadi Rp1? DPR Minta BI Siapkan Roadmap Agar Masyarakat Tak Bingung
Ilustrasi. (foto: fxssi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, meminta Bank Indonesia (BI) melakukan kajian mendalam terkait rencana redenominasi rupiah atau penyederhanaan nominal mata uang.

Kajian ini diminta mencakup aspek regulasi, logistik, dan teknologi informasi, sekaligus menilai dampaknya terhadap stabilitas moneter dan daya beli masyarakat.

"Khususnya dari segi regulasi, logistik, dan teknologi informasi. Termasuk mendalami dampaknya terhadap stabilitas moneter dan daya beli masyarakat," ujar Puteri di Jakarta, Sabtu (15/11/2025).

Baca Juga:

Redenominasi rupiah adalah kebijakan penyederhanaan nominal mata uang dengan mengurangi jumlah digit pada pecahan rupiah, tanpa mengubah nilai riilnya.

Misalnya, uang Rp1.000 akan menjadi Rp1, tetapi daya belinya tetap sama.

Puteri menekankan pentingnya peta jalan yang jelas dan bertahap untuk redenominasi, mulai dari perencanaan, masa transisi, uji coba, mitigasi risiko, hingga implementasi.

"Peta jalan ini akan menjadi pedoman agar seluruh proses berjalan lancar dan risiko sosial dapat diminimalkan," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyebut rencana redenominasi masih dalam tahap kajian.

"Belum, belum. Kan semua masih dalam kajian," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan.


Rencana penyederhanaan nominal rupiah telah masuk agenda strategis pemerintah melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah yang ditargetkan rampung pada 2027.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan menjadi pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan RUU ini.

Ekonom senior INDEF, Tauhid Ahmad, menekankan bahwa implementasi redenominasi membutuhkan biaya besar karena melibatkan penyesuaian teknis dan sosialisasi publik.

Penyesuaian mencakup mesin ATM, sistem IT, percetakan uang, hingga kasir ritel.

"Selain aspek teknis, tantangan psikologis masyarakat juga harus diantisipasi. Redenominasi sering disalahartikan sebagai devaluasi," kata Tauhid.

Meski begitu, ia menilai kebijakan ini akan memudahkan transaksi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat posisi rupiah terhadap mata uang asing.

DPR menekankan roadmap bukan hanya dokumen teknis, tetapi panduan agar masyarakat siap menghadapi perubahan nominal rupiah.

Roadmap membantu pemerintah dan BI menjaga stabilitas moneter, memastikan daya beli tetap terjaga, serta mengurangi risiko kebingungan dalam transaksi sehari-hari.*


(tb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Cekcok Giliran Biliar hingga Tragedi, Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Edward Sembiring
Hanya dalam 9 Jam, Polres Simalungun Ringkus Pelaku Pembunuhan Edward Sembiring
Hubungan Dekat Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II Yordania Terbangun Sejak Militer
KPK Sita Rubicon dan Puluhan Sepeda di Rumah Direktur RSUD Ponorogo: Jejak Kekayaan Janggal Mengemuka
Sepuluh Jet Tempur TNI AU Kawal Kepulangan Raja Yordania dari Indonesia
Prabowo Antar Raja Yordania Pulang, Berpelukan di Pangkalan Halim
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru