Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pemerintah resmi menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 9,5 juta ton untuk tahun 2026.
Jumlah tersebut mencakup pupuk untuk sektor pertanian dan perikanan.
Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp 46,87 triliun, sesuai keputusan rapat terbatas tingkat menteri, Selasa (2/12/2025).
Baca Juga:
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa alokasi ini mempertahankan volume pupuk subsidi sama seperti tahun 2025.
"Pupuk (subsidi) tetap ya, dari Kementan (alokasi) 9,5 juta ton totalnya. Perikanan 295 ribu ton, itu ada jenis-jenisnya. Tetapi nilainya Rp 46,87 triliun. Itu plafon ya," ujar Zulkifli dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.
Menurut Zulkifli, anggaran bisa mengalami penyesuaian mengikuti harga pembelian pupuk di pasar, namun volume alokasi tetap diprioritaskan. "(Anggaran pupuk subsidi Rp 46 triliun) itu plafon, jadi bisa turun, bisa naik.
Tetapi yang paling penting itu pupuk itu volumenya," tegasnya.
Rapat alokasi pupuk subsidi dihadiri Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dan Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufik.
Pupuk subsidi ini diatur berdasarkan jenis dan volume, mengikuti Keputusan Menteri Pertanian sebelumnya, yang menetapkan alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian pada 2025.
Dengan alokasi ini, pemerintah menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus mendukung kebutuhan pupuk bagi petani dan nelayan di seluruh Indonesia.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.