BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Utang Luar Negeri Indonesia Oktober 2025 Turun Jadi USD423,9 Miliar

Abyadi Siregar - Senin, 15 Desember 2025 11:55 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Oktober 2025 Turun Jadi USD423,9 Miliar
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar USD423,9 miliar, menurun dibandingkan posisi pada September 2025 yang sebesar USD425,6 miliar.

Penurunan ini terjadi seiring kontraksi ULN swasta, meski ULN pemerintah tetap tumbuh.

"Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 0,3 persen (yoy), terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso, Senin (15/12/2025).

Baca Juga:

ULN pemerintah tercatat USD210,5 miliar, naik 4,7 persen dibanding tahun lalu.

Aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional menjadi salah satu faktor penguat, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar global.

Pemanfaatan ULN pemerintah diarahkan untuk sektor prioritas, antara lain:
- Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial: 22,2%
- Administrasi Pemerintah, Pertahanan & Jaminan Sosial Wajib: 19,6%
- Jasa Pendidikan: 16,4%
- Konstruksi: 11,7%
- Transportasi & Pergudangan: 8,6%

Mayoritas ULN pemerintah berupa utang jangka panjang, mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

Sementara itu, ULN swasta tercatat USD190,7 miliar, turun dari posisi September 2025 sebesar USD192,5 miliar.

Penurunan terjadi pada peminjam lembaga keuangan (-4,7% yoy) dan perusahaan non-keuangan (-1,2% yoy).

Sektor ekonomi terbesar penyumbang ULN swasta adalah Industri Pengolahan, Jasa Keuangan & Asuransi, Pengadaan Listrik & Gas, serta Pertambangan & Penggalian, yang menyumbang 80,9% dari total ULN swasta.


Bank Indonesia menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat dengan rasio ULN terhadap PDB 29,3% dan dominasi utang jangka panjang sebesar 86,2%.

BI dan pemerintah terus berkoordinasi dalam pengelolaan ULN untuk meminimalkan risiko dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," tambah Ramdan Denny.*


(mt/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Usai Tinjau Lokasi Bencana di Sumatra, Prabowo Kumpulkan Para Menteri: Apa yang Dibahas?
IHSG Dibuka Menguat ke 8.675,18, Saham Emas dan Bank Menjadi Sorotan Investor
Harga Emas Antam Naik Rp 2 Ribu, Kini Tembus Rp 2,464 Juta per Gram
Perkuat Infrastruktur Pertanian, Wagub Lampung Resmikan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Ngison Rp7,8 Miliar
Bupati Tapteng Lantik Sekda dan Kadis Definitif: Momentum Untuk Terlahir Kembali, Tinggalkan Tiga Malas!
Banjir dan Longsor Putus Akses, Petani Cabai Aceh Tengah Jalan Kaki 4 Jam Lewati Lumpur Demi Jual Hasil Panen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru