"Sepertinya akan berlanjut terus kenaikannya di 2026. Kalau lihat tadi sempat menembus 9.000," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta.
Menurut Purbaya, kinerja IHSG pada 2025 cukup baik, ditutup di level 8.646, atau naik 22,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Mereka melihat pemerintah bekerja serius dalam program pembangunan, dan dampaknya mulai terlihat di ekonomi. Pada akhir triwulan tahun lalu, ekonomi mulai berbalik arah," kata Purbaya.
Pasar domestik juga makin diminati oleh investor asing.
Pada Desember 2025, aliran modal asing (inflow) tercatat mencapai:
- Rp 6,49 triliun di pasar surat berharga negara
- Rp 27,40 triliun di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
- Rp 12,24 triliun di pasar saham
"Artinya, asing sudah masuk ke pasar kita lagi. Kredibilitas ekonomi dan pasar keuangan sudah kembali, dan saya yakin tren ini akan berlanjut sepanjang 2026. IHSG yang naik ke 9.000 baru awal," jelas Purbaya.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level 9.002,92, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All-Time High).
Meskipun sempat turun ke 8.985,39 pukul 10.36 WIB, IHSG tetap menguat 0,45% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Kenaikan IHSG ini menjadi sinyal positif bagi pasar saham domestik dan menunjukkan optimisme terhadap pengelolaan ekonomi nasional pada 2026.*