JAKARTA – Mayoritas hargapangan di Indonesia mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Kamis (29/1/2026) pukul 08.57 WIB, sejumlah komoditas penting seperti beras, cabai, minyak goreng, hingga telur ayam menunjukkan tren turun dibandingkan hari sebelumnya.
Harga beras medium tercatat turun 1,29% menjadi Rp13.201 per kilogram, sementara beras premium turun 2,11% ke level Rp15.379 per kilogram.
Beras SPHP juga menurun 0,50% menjadi Rp12.403 per kilogram.Komoditas bumbu dapur pun mencatat penurunan tajam.
Bawang putih bonggol turun 2,71% menjadi Rp38.029 per kilogram, sedangkan bawang merah terpantau turun 5,84% menjadi Rp38.630 per kilogram.
Harga cabai juga mengalami koreksi: cabai merah keriting turun 7,86% menjadi Rp33.918 per kilogram, cabai rawit merah turun 2,70% menjadi Rp52.493 per kilogram, dan cabai merah besar tercatat turun signifikan 13,43% menjadi Rp31.879 per kilogram.
Di sisi lain, harga kedelai biji kering impor mengalami kenaikan tipis 0,16% menjadi Rp10.910 per kilogram, sementara jagung tingkat peternak turun 1,99% ke level Rp6.793 per kilogram.
Harga protein hewani juga bergerak bervariasi.
Telur ayam ras tercatat naik 1,45% menjadi Rp30.234 per kilogram, sementara daging ayam ras turun 3,25% menjadi Rp33.183 per kilogram dan daging sapi murni turun 1,44% ke level Rp134.757 per kilogram.
Untuk kebutuhan konsumsi pokok lainnya, gula konsumsi turun 1,28% menjadi Rp18.020 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana turun 2,55% menjadi Rp20.640 per liter, dan tepung terigu curah turun 2,57% menjadi Rp9.518 per kilogram.
Minyak goreng curah juga turun tipis 0,27% ke level Rp17.650 per liter.
Sektor perikanan juga menunjukkan tren penurunan harga.
Harga ikan kembung turun 0,06% menjadi Rp44.599 per kilogram, ikan tongkol turun 1,81% menjadi Rp36.213 per kilogram, dan ikan bandeng turun tajam 4,82% menjadi Rp35.189 per kilogram.
Pergerakan hargapangan ini menjadi perhatian pemerintah dan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, terutama menjelang momen-momen konsumsi tinggi seperti Ramadan dan perayaan hari besar.*