IHSG tercatat berada di level 8.132,36 poin, turun 197 poin atau melemah 2,37% dibandingkan penutupan sebelumnya, dan dibuka pada posisi 8.306,18 poin.
Data perdagangan pagi ini mencatat sebanyak 388 saham melemah, 180 saham menguat, dan 126 saham stagnan, dengan volume perdagangan mencapai 3,95 miliar saham dan total turnover Rp 2,74 triliun pada frekuensi 312.135 kali transaksi.
Koreksi tajam ini terjadi setelah kabar pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memicu ketidakpastian di pasar saham domestik.
Sebelumnya, pekan lalu, IHSG juga mengalami tekanan setelah laporan MSCI yang menyoroti kondisi pasar modal Indonesia.
Pemerintah kini telah menunjuk pejabat sementara di BEI dan OJK, serta menegaskan akan melakukan perbaikan pengelolaan bursa untuk menjaga kepercayaan investor.
Para analis menilai, situasi ini menjadi ujian bagi stabilitas pasar modal Indonesia dan mencerminkan sensitivitas IHSG terhadap perubahan regulasi dan kepemimpinan di sektor keuangan.
"Pasar bereaksi terhadap kombinasi berita global dan domestik, termasuk pergantian pimpinan di bursa dan OJK. Investor masih menunggu kepastian arah kebijakan selanjutnya," ujar salah satu pengamat pasar modal, yang enggan disebut namanya.*
(d/dh)
Editor
: Adam
IHSG Dibuka Anjlok hingga 197 Poin di Level 8.100, Pasar Saham Terkoreksi Usai Bos BEI dan OJK Mundur