Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT, kembali digelar pada 4–8 Februari 2026 dengan semangat baru, memasuki penyelenggaraan ke-26. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Acara yang berlangsung selama lima hari ini diikuti 1.013 peserta, terdiri dari 738 peserta individu, 208 peserta dari BUMN dan institusi, serta peserta dari berbagai negara.
Lebih dari 40 persen peserta merupakan perempuan, termasuk pengurus daerah ASEPHI yang mayoritas dijalankan perempuan, menegaskan kontribusi penting mereka dalam keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis kriya.
Dalam press conference INACRAFT 2026, Sekretaris Jenderal ASEPHI sekaligus Project Officer INACRAFT, Muhammad Nur Azis Bakhtiar, menyatakan bahwa tema Womenpreneurs menunjukkan peran perempuan sebagai pelaku, pengelola, sekaligus pelatih kriya.
INACRAFT 2026 juga menyoroti digitalisasi kriya sebagai adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Pameran akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, atau oleh Menteri Ekonomi Kreatif jika Presiden berhalangan.
Selama lima hari, pengunjung dapat menikmati workshop, talkshow, INACRAFT Award, kategori khusus Digital Craft dan Womenpreneurs, serta program kreatif OOTD berbasis produk peserta.
Ketua Umum ASEPHI, Dr. H. Muchsin Ridjan, menekankan pentingnya media sebagai mitra strategis, dan berharap INACRAFT menjadi ruang promosi, kolaborasi, dan penguatan pelaku kriya Indonesia baik di tingkat nasional maupun global.
Dengan tema yang relevan dan pendekatan adaptif, INACRAFT 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga perayaan kreativitas, ketekunan, dan ketangguhan perempuan dalam dunia kriya.*
(dh)
Editor
: Nurul
INACRAFT 2026 Hadirkan Tema Womenpreneurs, Perempuan Jadi Motor Penggerak Dunia Kriya Nasional