Dolar menguat 0,4% terhadap yen Jepang, 0,48% terhadap dolar Australia, serta 0,09% terhadap euro.
Sementara itu, penguatan terhadap pound sterling dan yuan China masing-masing mencapai 0,16% dan 0,07%, sementara terhadap dolar Singapura naik 0,08%.
Analis pasar mengatakan, penguatan dolar AS sebagian besar dipengaruhi oleh sentimen pasar global yang menantikan data ekonomi AS terbaru, termasuk laporan inflasi dan ketenagakerjaan.
"Dolar AS tetap menjadi safe haven bagi investor, terutama saat ada ketidakpastian ekonomi global," kata seorang analis valuta asing, yang enggan disebut namanya.
Meski penguatan ini masih tipis, rupiah mulai menunjukkan tekanan, sehingga investor dan pelaku pasar diminta waspada terhadap volatilitas mata uang pada perdagangan hari ini.
Dengan pergerakan pagi ini, nilai tukar rupiah menghadapi tantangan untuk bertahan di bawah level psikologis Rp 17.000 per dolar AS, sementara pasar menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia dan data ekonomi domestik terbaru.*
(d/dh)
Editor
: Nurul
Dolar AS Menguat Pagi Ini, Rupiah Terdorong ke Rp 16.812